4 Skandal Korupsi yang Menjerat Benjamin Netanyahu

Benjamin Netanyahu. [Middle East Monitor]

TEMPO.CO, Jakarta - Sara Netanyahu, istri Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan suaminya dalam penyelidikan dugaan korupsi.

Dilaporkan Jewish Telegraphic Agency, 1 September 2018, pada Kamis 30 Agustus, seorang wakil polisi di Pengadilan Distrik Tel Aviv menegaskan bahwa Sara Netanyahu adalah tersangka dalam kasus yang dikenal sebagai Kasus 4000. Sementara suaminya Benjamin Netanyahu ditetapkan tersangka enam bulan lalu.

Baca: Istri dan Putra PM Israel Diperiksa, Diduga Terlibat Suap

Penyelidikan ini melibatkan kecurigaan bahwa perdana menteri mengedepankan peraturan yang menguntungkan Shaul Elovitch, pemegang saham terbesar raksasa telekomunikasi Bezeq, dalam pertukaran untuk liputan positif dari situs berita Walla milik Bezeq. Namun ternyata Netanyahu bukan hanya terjerat satu dugaan korupsi dan berikut kasus korupsi yang menjerat Netanyahu dan orang-orang terdekatnya.

 

1. Kasus 1000

Yair Netanyahu bersama ayahnya PM Israel, Benjamin Netanyahu [RUSSIA TODAY]

Dilansir Times of Israel, dalam Kasus 1000, atau yang disebut sebagai "skandal hadiah", Benjamin Netanyahu diduga "secara sistematis" menuntut hadiah senilai sekitar US$ 282.000  (Rp 4,1 miliar) dari donatur miliarder, termasuk Arnon Milchan dan pemilik resor Australia James Packer, dengan imbalan bantuan.

Kasus 1000 menuduh bahwa sebagai imbalan atas bantuan politik, Netanyahu dan istrinya menerima hadiah mewah termasuk sampanye merah muda, cerutu dan perhiasan senilai sekitar US$ 280.000 atau Rp 4,1 miliar.

Baca: Kasus Korupsi, PM Israel Dimintai Keterangan Polisi 5 Jam

Hadiah itu berasal dari dua milyarder Australia James Packer dan produser Hollywood Arnon Milchan. Packer dilaporkan mencari kewarganegaraan Israel, yang akan memberinya keuntungan pajak yang signifikan.

Milchan menginginkan hukum yang akan memotong pajak untuk orang Israel yang menghabiskan waktu di luar negeri. Netanyahu juga dilaporkan membantu para maestro Hollywood memperoleh visa 10 tahun AS dan memajukan kepentingan bisnisnya.



2. Kasus 2000

Menteri Transportasi Israel, Israel Katz (kiri) dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.[Times of Israel]

Kasus 2000 melibatkan dugaan Netanyahu mencoba untuk mencapai kesepakatan yang akan memberinya liputan positif di surat kabar terbesar kedua Israel sebagai ganti untuk mengucilkan media saingannya, Israel Hayom, seperti dilansir dari Haaretz. Perdana menteri telah lama berupaya meredam pengaruh berita Israel Hayom, sebuah surat kabar pro-Netanyahu yang didirikan dan dibiayai oleh raja kasino Sheldon Adelson.

Dengan mencocokkan tanggal panggilan telepon dengan berita utama yang muncul di surat kabar, reporter Channel 10 Raviv Drucker mampu menunjukkan bukti tidak langsung pengaruh Netanyahu pada berbagai berita utama.

Netanyahu juga melakukan kesepakatan dengan Arnon Mozes, penerbit surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth. Dalam percakapan yang direkam, Netanyahu menawarkan untuk memotong sirkulasi pesaing utama Yedioth, Israel Hayom, dengan imbalan cakupan yang lebih menguntungkan.

 

3. Kasus 3000

Kasus 3000 atau yang dikenal sebagai "The Submarine Affair" atau skandal kapal selam adalah skandal paling serius yang menjerat Benjamin Netanyahu. Meskipun Netanyahu bukan tersangka dalam kasus ini, tetapi tiga orang kepercayaannya terlibat.

Baca: Kartunis Israel Dipecat Usai Menggambar Netanyahu Mirip Binatang

Dilaporkan Haaretz, ThyssenKrupp, pembuat kapal Jerman, yang diwakili di Israel oleh Michael Ganor, tersangka utama dalam skandal. Ia diduga telah menyuap pejabat pertahanan tingkat tinggi untuk kesepakatan. Ganor juga menandatangani perjanjian untuk mengubah saksi negara dalam kasus tersebut. Sebagai imbalan untuk bersaksi melawan tersangka lain, ia menjalani hukuman satu tahun penjara dan didenda US$ 2,8 juta (Rp 41 miliar). David Shimron, pengacara pribadi, penasehat dan sepupu Netanyahu, menjadi pengacara Ganor.



4. Kasus 4000

PM Israel Netanyahu, Sara (istri), dan pengusaha Shaul Elovitch, pemilik saham mayoritas perusahaan telekomunikasi Bezeq. Haaretz. Eyal Toueg, Mark Israel Salem

Kasus ini juga dikenal sebagai "Skandal Bezeq", skandal korupsi yang dimulai dengan laporan pengawas keuangan negara, yang diterbitkan pada Juli 2017, tentang hubungan Kementerian Komunikasi dan Bezeq, perusahaan raksasa telekomunikasi Israel.

Laporan menyebut bahwa Shlomo Filber, direktur jenderal Kementerian Komunikasi dan mantan asisten utama Benjamin Netanyahu, telah menyediakan Bezeq dengan dokumen-dokumen rahasia dan informasi lain dari mana perusahaan itu memperoleh keuntungan.

Baca: Memata-matai Mossad, Oposisi Israel Desak PM Netanyahu Mundur

Netanyahu menunjuk Filber di Kementerian Komunikasi setelah dia memecat Avi Berger, pendahulunya di posisi itu. Berger telah mencoba memajukan reformasi broadband yang akan merugikan Bezeq.

Laporan Pengawas Keuangan Negara juga menemukan bahwa ketika Netanyahu menjabat sebagai menteri komunikasi, ia tidak mengungkapkan persahabatannya dengan Shaul Elovitch, pemegang saham di Bezeq. Pengungkapan ini diperlukan mengingat Netanyahu memiliki wewenang untuk membentuk kebijakan yang dapat menguntungkan Bezeq.






Pecahnya Intifadah Pertama 35 Tahun Lalu: Perlawanan Rakyat Palestina Terhadao Israel

9 jam lalu

Pecahnya Intifadah Pertama 35 Tahun Lalu: Perlawanan Rakyat Palestina Terhadao Israel

8 Desember diingat sejarah sebagai hari pecahnya Intifadah Pertama. Sebuah upaya rakyat Palestina melawan Israel agar merdeka.


Hari Antikorupsi, Ma'ruf Amin: Korupsi adalah Musuh yang Bersifat Korosif

16 jam lalu

Hari Antikorupsi, Ma'ruf Amin: Korupsi adalah Musuh yang Bersifat Korosif

Dalam pidatonya pada peringatan Hari Antikorupsi Dunia, Ma'ruf mengatakan korupsi adalah bencana global yang bersifat serius.


KPK Lelang Mobil Matheus Joko Santoso, Terpidana Korupsi Bansos

1 hari lalu

KPK Lelang Mobil Matheus Joko Santoso, Terpidana Korupsi Bansos

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal melakukan lelang mobil milik terpidana kasus korupsi bansos (bantuan sosial), Matheus Joko Santoso.


Penyelidikan Formula E Jakarta Masih Berlanjut, Ini Kata KPK

1 hari lalu

Penyelidikan Formula E Jakarta Masih Berlanjut, Ini Kata KPK

Ajang balap mobil listrik Formula E Jakarta 2022 masih diselidiki secara lanjut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Tips Mengatasi Korupsi Waktu Saat Bekerja

1 hari lalu

Tips Mengatasi Korupsi Waktu Saat Bekerja

Selain manajemen waktu, menghindari gangguan saat bekerja perlu dilakukan untuk menghindari korupsi waktu.


Korupsi Waktu Bisa Menular di Kantor, Turunkan Integritas Karyawan hingga Rugikan Perusahaan

1 hari lalu

Korupsi Waktu Bisa Menular di Kantor, Turunkan Integritas Karyawan hingga Rugikan Perusahaan

Walaupun tidak dipidana seperti korupsi uang atau aset, korupsi waktu tetap merugikan. Bahkan dapat menurunkan integritas karyawan.


Dugaan Korupsi BBM, Kantor Pertamina di Kalimantan Selatan Digeledah

2 hari lalu

Dugaan Korupsi BBM, Kantor Pertamina di Kalimantan Selatan Digeledah

Bareskrim telah meningkatkan status penanganan kasus dugaan korupsi BBM yang melibatkan Pertamina ke tahap penyidikan.


Tiba di KPK, Bupati Bangkalan Bawa Koper Berwarna Silver

2 hari lalu

Tiba di KPK, Bupati Bangkalan Bawa Koper Berwarna Silver

KPK resmi menahan Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron dan lima tersangka kasus suap lelang jabatan di Pemerintahan Kabupaten Bangkalan.


Wapres Argentina Terancam Hukuman 12 Tahun dalam Kasus Dugaan Korupsi

3 hari lalu

Wapres Argentina Terancam Hukuman 12 Tahun dalam Kasus Dugaan Korupsi

Wapres Argentina, Cristina Fernandez de Kirchner, terancam hukuman 12 tahun dan kehilangan jabatan, karena kasus korupsi


Erick Thohir Siapkan Aturan Blacklist Direksi dan Komisaris BUMN Bermasalah, Kapan Berlaku?

3 hari lalu

Erick Thohir Siapkan Aturan Blacklist Direksi dan Komisaris BUMN Bermasalah, Kapan Berlaku?

Erick Thohir tengah berencana mengeluarkan aturan blacklist atau daftar hitam terhadap direksi dan komisaris BUMN yang terlibat kasus hukum.