Turki Beli Misil S-400 Rusia untuk Pertahanan Wilayah

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia, Vladimir Putin menyambut kedatangan Presiden Turki  Recep Tayyip Erdogan saat bereada di  Konstantin palace, St.Petersburg, Rusia, 9 Agustus 2016. Petermuan ini merupakan salag satu perbaikan hubungan kedua negara. AP/Alexander Zemlianichenko

    Presiden Rusia, Vladimir Putin menyambut kedatangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat bereada di Konstantin palace, St.Petersburg, Rusia, 9 Agustus 2016. Petermuan ini merupakan salag satu perbaikan hubungan kedua negara. AP/Alexander Zemlianichenko

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan Turki akan segera menerima S-400, sistem pertahanan antiserangan misil, sesuai dengan kesepakatan dengan Rusia.

    Berbicara dalam sebuah upacara kelulusan pejabat nonkomisoner di barat laut Provinsi Balikesir, Erdogan menegaskan, Turki menginginkan sistem antimisil S-400 Rusia dan akan segera mendapatkannya.

    Baca: 5 Senjata Andalan Turki Jika Perang Besar seperti Apa?

    Ini adalah sistem pertahanan udara rudal anti-rudal S-400 buatan Rusia. Sputnik / Igor Zarembo

    "Kami sama sekali tidak pernah menyesal atas keputusan kami," ucapnya seperti dikutip Middle East Monitor.

    Pada Desember 2018, Turki mengumumkan telah bersepakat dengan Rusia untuk membeli dua S-400 pada awal 2020. Pada april 2018 ini, kedua negara sepakat atas pengiriman perdana sistem pertahanan udara.Rusia juga menempatkan sistem pertahanan udara S-400 Triumph di aset-aset pentingnya di Suriah. S-400 disebut-sebut sebagai pertahanan udara paling canggih, rudal-rudalnya mampu melaju dengan kecepatan 4.800 m/detik, sehingga target sejauh 400 km dapat dihancurkan dalam waktu sekitar 83 detik saja. sputniknews.com

    Misil S-400 Rusia adalah sistem rudal jarak jauh antiserangan udara dengan kemampuan membawa tiga tipe misil yang sanggup menghancurkan sasaran, termasuk balistik dan misil yang ditembakkan dari kapal laut.

    Baca: Turki Minta Izin Rusia Gunakan Langit Afrin Gempur Pasukan Kurdi

    Pada Juni 2018, Senat Amerika Serikat meloloskan RUU pelarangan penjualan F-35 ke Turki terkait rencana pembelian S-400 dan penahanan seorang pastor.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.