Rabu, 21 November 2018

3 Media yang Diserang Donald Trump

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi koran. Bbc.co.uk

    Ilustrasi koran. Bbc.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tak segan-segan menggertak media-media yang dinilainya telah bersikap tak adil menyiarkan pemberitaan tentangnya. Komplain Presiden Trump pada NBC News pada Kamis, 30 Agustus 2018, bukan kemarahannya yang pertama pada media.  Berikut tiga media yang penah ditegur Trump terkait pemberitaan.

    1.Surat kabar The Boston Globe

    Dikutip dari foxnews.com, pada 16 Agustus 2018 Presiden Trump menuding The Boston Globe telah melakukan kolusi dengan surat kabar lain ketika terbit ratusan editorial berbagai media menyerangnya. 

    “The Boston Globe sedang berkolusi dengan surat kabar lain atas nama kebebasan pers. Buktikan itu,” tulis Trump melalui akun media sosialnya.  

    Baca: Banyak Pemberitaan Negatif, Trump Komplain Google  

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di kantornya. Reuters

     Baca: Donald Trump Teratas Untuk Pencarian Kata 'Idiot' di Google

    2. CNN

    Presiden Trump pada Kamis, 30 Agustus 2018 menyerang CNN melalui pernyataannya dengan mengatakan media itu harusnya memecat Kepala Pemberitaan CNN, Jeff Zucker, karena telah menerbitkan pemberitaan yang bias tentangnya. 

    “Jeff Z telah melakukan sebuah pekerjaan yang buruk, peringkat tayangnya payah dan AT&T harusnya memecat dia untuk menyelamatkan kredibilitas,” kata Trump, seperti dikutip dari ndtv.com pada Jumat, 31 Agustus 2018. 

    AT&T adalah sebuah perusahaan yang menaungi CNN. Trump melalui akun Twitter mengatakan CNN telah mempublikasi berita tentangnya dengan bias dan penuh kebencian sehingga mengaburkan pemikiran para staff di CNN membuat cara berfikir mereka tidak berfungsi dan hal ini disebut Trump sudah berlangsung lama.

    3.NBC News

    Trump pada Kamis, 30 Agustus 2018, menuding NBC News telah memalsukan wawancara Trump dengan media tersebut terkait keputusannya memecat James Comey sebagai Direktur FBI. Comey dicopot dari jabatannya pada Mei 2017 untuk penyidikan lebih lanjut mengenai dugaan adanya campur tangan Rusia di pemilu Amerika Serikat 2016. 

    Trump melalui Twitter menuding pembaca berita NBC Nightly News, Lester Holt dan NBC News telah memalsukan rekaman wawancaranya soal Rusia. Tudingan Trump pada NBC News dikritik karena tanpa disertai bukti. 

    Dalam rekaman itu, Trump menuding Comey tidak berkompeten. Dia juga mencetuskan gagasan penyidikan atas kasus ini.

    Sebelumnya pada 29 Agustus 2018, mesin pencari Google dituding oleh Presiden Trump hanya mempublikasi pemberitaan negatif tentangnya. Trump pun menilai Google memiliki motif politik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.