Banjir Kerala, Qatar dan UEA Siapkan Bantuan Kemanusiaan

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banjir yang melanda wilayah Kerala, India, membawa korban jiwa.

    Banjir yang melanda wilayah Kerala, India, membawa korban jiwa.

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai penerbangan Qatar menyatakan akan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Kerala, India, berupa 50 ton barang kebutuhan korban banjir awal pekan ini.

    "Kami telah menerima permintaan dari warga India yang tinggal di Qatar dengan sungguh-sungguh agar mengirimkan bantuan ke Kerala Selatan. Keluarga mereka banyak yang tinggal di kawasan ini. Sekarang kondisinya memprihatinkan akibat terkena banjir," kata Kepala Kargo Qatar Airways, Guillaume Halleux, kepada The Peninsula.Banjir di Kerala, India [IB TIMES]

    Baca: Banjir di India, Keluarga Hindu Tolak Dievakuasi Nelayan Kristen

    "Kondisi di sana sangat memprihatinkan. Kami harus secepatnya melakukan operasi kemanusiaan untuk menyediakan transportasi bebas gratis untuk bentuan dariDoha ke Trivandrum dalam penerbangan penumpang harian," tambahnya seperti dikutip Al Jazeera.

    Selain Qatar, Uni Emirat Arab juga akan mengirimkan 175 ton bantuan ke Kerala. "Barang kebutuhan yang akan kami kirimkan meliputi perahu karet, selimut dan makanan kering. Seluruhnya akan kami serahkan ke lembaga bantuan setempat untuk didistribusikan," bunyi pernyataan UEA.Sejumlah kembang api sisa ledakan yang menghantam kuil Hindu Puttingal di Kerala, India, 10 April 2016. Ledakan besar yang menghantam kuil tersebut akibat kembang api yang terjatuh dan menjalar ke kembang api lainnya. REUTERS

    Penerbangan ke lapangan terbang Kochi, Kerala, dihentikan karena kondisi bandara rusak akibat banjir. Untuk itu bantuan kemanusiaan akan dialirkan melalui bandara Trivandrum di ibu kota Kerala. Banjir di Kerala juga telah menghancurkan ratusan kilometer jalan dan menghentikan layanan jasa kereta api.

    Baca: Banjir India, Helikopter Kesulitan Evakuasi Korban

    Provinsi Kerala, India, dihantam derita sejak musim hujan yang jatuh pada Mei 2018. Air langit selain memicu tanah longsor dan juga banjir yang merendam seluruh desa di Kerala. Banjir di Kerala sejak 8 Agustus 2018 telah menewaskan lebih dari 190 orang dan menyebabkan ribuan orang mengungsi karena tempat tinggalnya direndam banjir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.