Ekspedisi Amazon, Peneliti Temukan Suku Terasing di Brazil

Foto-foto drone yang diambil oleh ekspedisi FUNAI 2017 [www1.folha.uol.com.br]

TEMPO.CO, Jakarta - Foto udara drone menunjukkan gambar sekilas suku terasing di Amazon Brazil, memperlihatkan 16 orang suku berjalan melalui hutan serta area hutan gundul.

Dilansir dari Associated Press, 23 Agustus 2-18, Dalam klip yang dirilis Selasa malam, 21 Agustus, merekam salah satu suku terasing yang tampak membawa busur dan anak panah.

Baca: Mengejutkan, Siswa Ini Temukan Kota Maya Terbesar di Hutan 

Lembaga yang mengkaji urusan suku pedalaman Brazil, National Indian Foundation (FUNAI), mengatakan bahwa mereka merekam gambar menggunakan drone selama ekspedisi tahun lalu untuk memantau suku pedalaman yang terisolasi, publikasi ini bertujuan untuk studi dan observasi.

Peneliti memantau suku di Vale do Javari, sebuah wilayah adat di bagian barat daya negara bagian Amazonas. Ada 11 kelompok suku terasing yang dikonfirmasi di daerah itu.

Lembaga ini telah mempelajari komunitas yang terekam dalam gambar selama bertahun-tahun, tetapi ini adalah pertama kalinya mereka tertangkap kamera.

Foto 2017 yang dirilis oleh National Indian Foundation (FUNAI) memperlihatkan "maloca" atau rumah panjang, di Vale do Javari, negara bagian Amazonas, Brazil.(FUNAI melalui AP)

"Gambar-gambar ini memiliki kekuatan untuk membuat masyarakat dan pemerintah merenungkan pentingnya melindungi kelompok-kelompok ini," kata Wallace Bastos, ketua FUNAI.

Bruno Pereira, yang mengkoordinasi penelitian FUNAI tentang suku terasing di kawasan itu, mengatakan dokumentasi ini juga membantu para peneliti mempelajari budaya mereka. Lembaga tersebut belum dapat mengidentifikasi nama suku tersebut, meskipun ia memperkirakan tentang etnisitasnya dan bahasa apa yang dibicarakannya.

Baca: Suku-suku Asli Amazon Diteliti Lewat Satelit 

"Semakin kita tahu tentang cara hidup masyarakat yang terisolasi, semakin siap kita untuk melindungi mereka," katanya.

Lembaga FUNAI telah mendaftarkan 107 suku terpencil di negara Amerika Latin terbesar. Sementara FUNAI kadang-kadang mengambil foto dan video, namun belum membuat kontak dengan mereka selama lebih dari 30 tahun.

Foto 2017 yang dirilis oleh National Indian Foundation (FUNAI) menunjukkan kano di tepi sungai di Vale, Jawa, Amazonas, Brazil.(FUNAI melalui AP)

Pereira mengatakan kepada Associated Press bahwa suku-suku ini sadar akan keberadaan kota-kota dan pertanian di sekitar mereka, tetapi mereka sering memilih untuk mengisolasi diri karena pengalaman traumatis dengan dunia luar.

Kontak dengan dunia luar sering berujung negatif dan bahkan berakhir tragis dengan pembantaian atau wabah yang memusnahkan suku. Tahun lalu, sekelompok penambang emas ilegal diduga menewaskan 10 orang dari sebuah suku terasing.

"Jika mereka ingin kontak dengan dunia luar, mereka akan mencari cara untuk berkomunikasi dengan kami," kata Pereira.

Baca: Karena Buas, Penduduk Pulau Indah Ini Tak Terjamah Dunia

Namun FUNAI, seperti dilansir dari Dailymail, mengatakan tidak mengetahui nama etnis dari suku tersebut karena belum terlibat kontak sama sekali dengan mereka.

FUNAI memaparkan para penelitinya melakukan perjalanan lebih dari 305 kilometer ke dalam lembah seluas 85 ribu kilometer persegi untuk misi ke Javari di perbatasan dengan Kolombia dan Peru, setelah menerima laporan bahwa pemburu ilegal mengancam keselamatan suku-suku terasing.

Potongan gambar video pada 2011, yang dirilis oleh Yayasan Nasional Indian Brasil (FUNAI) dan diterbitkan pada akhir Juli 2018 menunjukkan seorang pria suku terpencil Amazon di tengah hutan di Rondonia, Brazil [Dailymail]

Ekspedisi tiga minggu yang dilakukan tahun lalu termasuk ekspedisi sejauh 180 kilometer di sepanjang sungai sebelum naik ke sepeda motor kemudian berjalan sejauh 120 kilometer melalui hutan lebat.

Kelompok ini juga menemukan barang-barang yang dikonfirmasi milik suku-suku terpencil di wilayah tersebut, termasuk kapak batu yang ditinggalkan diikat bersama dengan serat pohon, tanduk yang terbuat dari kulit pohon dan kano.

Di negara bagian Amazonas Brazil diketahui ditempati oleh enam suku yang telah berinteraksi dengan FUNAI. Tapi FUNAI meyakini ada setidaknya 16 suku lain yang tinggal di hutan yang tidak pernah bersentuhan dengan peradaban luar.

Foto 2017 yang dirilis oleh National Indian Foundation (FUNAI) menunjukkan kapak di tanah di Vale do Javari, negara bagian Amazonas, Brazil. (FUNAI melalui AP)

FUNAI memperkirakan ada 113 suku yang terisolasi di Amazon Brazil, hanya 27 yang telah terlihat, yang kemungkinan memiliki populasi hingga 3.000 orang.

Selain di Brazil, diyakini ada 15 suku terisolasi di negara tetangga Peru dan lainnya di dalam hutan Bolivia, Kolombia dan Ekuador.

Baru-baru ini, FUNAI menemukan seorang pria yang dijuluki "pria paling kesepian di bumi". Pria itu adalah anggota dari suku yang dikenal sebagai Flecheiros, atau "Orang-orang Panah", tetapi pria itu hidup sendirian di Amazon selama 22 tahun setelah sukunya dibantai. Sebuah tim yang terdiri dari 30 orang bersama dengan FUNAI melakukan ekspedisi untuk mencari tahu tentang Flecheiros.






Gautam Adani Jadi Orang Terkaya Kedua di Dunia Salip Bos Amazon, Berapa Hartanya?

11 hari lalu

Gautam Adani Jadi Orang Terkaya Kedua di Dunia Salip Bos Amazon, Berapa Hartanya?

Kekayaan Gautam Adani naik US$ 5,2 miliar atau 3,49 persen menyalip Bernard Arnault.


Pengguna Internet Satelit Starlink Sempat Alami Pemadaman Global

29 hari lalu

Pengguna Internet Satelit Starlink Sempat Alami Pemadaman Global

Pengguna internet Starlink di berbagai belahan dunia mengeluhkan akses yang terputus atau pemadaman global selama beberapa jam pada Selasa lal


10 Perusahaan yang Belum Daftar PSE dan Terancam Blokir: Ada Yahoo hingga Amazon

30 Juli 2022

10 Perusahaan yang Belum Daftar PSE dan Terancam Blokir: Ada Yahoo hingga Amazon

Kominfo memantau seratus penyelenggara sistem elektronik dengan trafik tertinggi yang belum melakukan pendaftaran PSE.


Trailer Terbaru Serial Televisi Lord of The Rings Menjelang Tayang Perdana

24 Juli 2022

Trailer Terbaru Serial Televisi Lord of The Rings Menjelang Tayang Perdana

Serial televisi Lord of The Rings yang produksinya supermahal ini akan hadir menantang Game of Thrones: House of the Dragon di HBO


Mengenal Melanoma, Amazon Tengah Mengembangkan Vaksin untuk Penyakit ini

16 Juli 2022

Mengenal Melanoma, Amazon Tengah Mengembangkan Vaksin untuk Penyakit ini

Melanoma terjadi ketika sel penghasil pigmen bermutasi dan mulai membelah diri tanpa disadari. Ini penyebab lain dan gejala yang perlu Anda ketahui.


Amazon Kembangkan Vaksin Kanker Payudara dan Melanoma, Uji Coba Selesai 2023

14 Juli 2022

Amazon Kembangkan Vaksin Kanker Payudara dan Melanoma, Uji Coba Selesai 2023

Perusahaan teknologi Amazon tengah mengembangkan vaksin untuk kanker payudara dan melanoma, uji coba tahun depan selesai.


Jair Bolsonaro Sebut Sanksi ke Rusia Tak Berhasil

8 Juli 2022

Jair Bolsonaro Sebut Sanksi ke Rusia Tak Berhasil

Jair Bolsonaro sependapat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin kalau sanksi yang dijatuhkan ke Rusia tidak berhasil.


Jenazah Wartawan Inggris yang Tewas di Hutan Amazon Dikebumikan

27 Juni 2022

Jenazah Wartawan Inggris yang Tewas di Hutan Amazon Dikebumikan

Jenazah wartawan Inggris Dom Philips pada 26 Juni 2022 dimakamkan di Brasil yang dihadiri oleh anggota keluarganya.


Top 3 Dunia: Mantan CEO Amazon Diduga Dalang Pembunuhan Istrinya

14 Juni 2022

Top 3 Dunia: Mantan CEO Amazon Diduga Dalang Pembunuhan Istrinya

Top 3 dunia pada 13 Juni 2022, di antaranya berita tentang mantan CEO Amazon cabang Meksiko yang merekrut pembunuh bayaran untuk menghabisi istrinya.


Mantan CEO Amazon di Meksiko Diduga Sewa Pembunuh Bayaran untuk Tembak Istri

13 Juni 2022

Mantan CEO Amazon di Meksiko Diduga Sewa Pembunuh Bayaran untuk Tembak Istri

Garca diangkat sebagai CEO Amazon untuk wilayah Meksiko ketika raksasa e-commerce itu membuka kantor pertamanya pada 2014.