Rabu, 21 November 2018

Kisah Muslim Rohingya Berbagi Hewan Kurban di Kamp Pengungsi

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hamida, seorang wanita  Rohingya mencium anaknya yang meninggal sebelum tiba di Shah Porir Dwip, Teknaf, Bangladesh, 14 September 2017. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain

    Hamida, seorang wanita Rohingya mencium anaknya yang meninggal sebelum tiba di Shah Porir Dwip, Teknaf, Bangladesh, 14 September 2017. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah Muslim Rohingya di kamp perbatasan Myanmar dan Bangladesh merayakan Idul Adha tahun ini dengan membeli hewan kurban dan membagikannya ke pengungsi yang miskin.

    Perayaan ini bertepatan dengan satu tahun peristiwa kekejaman militer myanmar yang memaksa hampir satu juta Rohingya mengungsi meninggalkan rumah mereka dan lari menyelamatkan diri ke  Bangladesh.

    Baca: Idul Adha, Lembaga Amal Turki Bagikan Daging untuk Rohingya

    Bagi pengungsi Rohingya yang memiliki sedikit uang mereka mengorbankan sapi, kambing dan ayam ternak mereka dalam perayaan Idul Adha di kamp pengungsian mereka.

    Seperti dilansir dari media Digital Journal, Rabu, 22 Agustus 2018, ratusan ribu orang yang mengungsi di bukit raksasa di Kutupalong, saat muazin memanggil Muslim untuk beribadah, anak-anak pengungsi Rohingya bergembira bermain dan berlari dengan pakaian baru mereka di hari khusus ini.

    Anak-anak pengungsi Rohingya berseru saat ikut dalam aksi penolakan di kamp pengungsian Kutupalong dekat Cox's Bazar, Bangladesh, 22 Januari 2018. Bangladesh beralasan persiapan untuk proses pemulangan pengungsi Rohingya masih belum lengkap, sehingga jadwal pemulangan diundur. AP Photo/Manish Swarup

    Namun seorang pengungsi remaja pria bernama Mohammad Issa, 19 tahun, masih mengenang rumahnya di Myanmar yang dilahap api saat terjadi tindakan kekerasan oleh militer Myanmar yang didukung milisi Budha bersenjata untuk memaksa etnis Rohingya meninggalkan rumah dan desa mereka pada Agustus 2017. Peristiwa itu terjadi hanay beberapa hari menjelang Idul Adha.

    Baca: Rohingya, Minoritas yang Paling Dipersekusi di Dunia

    "Di Myanmar kami punya uang, kami punya ternak dan lahan. Idul Adha lebih menyenangkan di sana," kata Issa kepada AFP di dekat kamp Jamtoli, kamp khusus untuk pengungsi yang baru tiba baru-baru ini.

    Menyambut tiga hari perayaan Idul Adha, pengungsi yang memiliki uang membagikan daging kurbannya kepada pengungsi lain yang tidak mampu dan miskin. Seperti di kamp Cox's Bazar dengan perbatasan Myanmar-Bangladesh, sapi, kambing dan domba dijual untuk merayakan Idul Adha. Beberapa keluarga pengungsi Rohingya yang memiliki uang membeli sapi atau kambing.

    Namun, sebagian besar pengungsi Rohingya hidup dari bantuan badan amal, membeli sapi dan hewan lainnya untuk dikurbankan dalam perayaan Idul Adha merupakan barang mewah yang melampaui kemampuan mereka.

    "Di sini, kami tidak punya uang untuk membeli hewan korban atau membeli baju baru,' kata Mohammad Amin berusia 15 tahun.

    Namun menurut penjual hewan kurban, jumlah pembelian hewan kurban justru meningkat di kamp-kamp pengungsi Rohingya. "Ini menjadi tahun terbaik saya. Tahun lalu, saya menjual 15 ekor sapi di hari raya Kurban. Tahun ini, saya sudah menjual 50,' ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.