Idul Adha, Lembaga Amal Turki Bagikan Daging untuk Rohingya

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengungsi Rohingya berusaha menuju kamp pengungsian saat ditahan oleh Penjaga Perbatasan Bangladesh (BGB) setelah secara ilegal melintasi perbatasan di Teknaf, Bangladesh, 31 Agustus 2017. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain

    Pengungsi Rohingya berusaha menuju kamp pengungsian saat ditahan oleh Penjaga Perbatasan Bangladesh (BGB) setelah secara ilegal melintasi perbatasan di Teknaf, Bangladesh, 31 Agustus 2017. REUTERS/Mohammad Ponir Hossain

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga amal Turki membagikan daging kepada sekitar 5.250 keluarga Rohingya di negara bagian Rakhine di Myanmar untuk memperingati Idul Adha.

    Sejumlah pejabat dari lembaga amal Turki, The Cansuyu Charity dan Solidarity Organization tiba di Rakhine dari Istanbul pada tanggal 20 Agustus 2018.

    Baca: Amnesty Sebut Diskriminasi Rohingya Sama Dengan Apartheid

    Menurut laporan media Hurriyet Daily News, daging akan didistribuskan kepada ribuan Rohingya yang tinggal di desa-desa dan kamp di sekitar Rakhine.

    "Hari ini kami ada di negara bagian Rakhine dan berusaha membagikan daging Idul Adha kepada 5.250 keluarga yang tinggal di wilayah ini," kata Bayram Numan Koksal mewakili lembaga amal Turki kepada media pemerintah Turki, Anadolu.

    Pengungsi Rohingya mengantre di kamp pengungsi Kutupalong di Cox's Bazar, Bangladesh, 7 April 2018. Ribuan etnis Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan di Myanmar mencoba untuk hidup dalam kondisi sulit di permukiman darurat. Arif Hüdaverdi Yaman/Anadolu

    Baca: Investigasi Reuters: Cerita Pembantaian 10 Muslim Rohingya

    Selain membagikan daging Idul Adha ke warga Rohingya, menurut Koksal, lembaganya juga membagikan daging Idul Adha kepada masyarakat Turki dan berbagai negara di dunia seperti di Afrika, Asia, Timur Tengah, Timur Jauh hingga ke Balkan.

    "Kami berjalan membagikan hewan kurban di Turki, Afrika, Asia, Palestina, Gaza, semua orang yang tertindas," kata Koksal.

    Rohingya, menurut PPB, merupakan etnis yang paling teraniaya di dunia, menghadapi rasa takut atas serangan sejak puluhan orang tewas dalam kekerasan massal pada tahun 2012.

    Baca: Rohingya, Minoritas yang Paling Dipersekusi di Dunia

    Laporan investigasi PBB menyebutkan, kekerasan yang dialami Rohingya merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

    Lembaga amal Turki memasukkan mereka dalam daftar penerima bantuan daging kurban memperingati Idul Adha sesuai kriteria yang ditetapkan oleh lembaga itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.