Pasukan AS Putuskan Tetap Tinggal di Irak, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah militan ISIS berbaris setelah berhasil ditahan oleh pasukan Kurdish Peshmerga, Kirkuk, Irak, 5 Oktober  2017. Pasukan Irak mengumumkan bahwa mereka telah merebut markas terakhir ISIS di Irak utara. REUTERS/Ako Rasheed

    Sejumlah militan ISIS berbaris setelah berhasil ditahan oleh pasukan Kurdish Peshmerga, Kirkuk, Irak, 5 Oktober 2017. Pasukan Irak mengumumkan bahwa mereka telah merebut markas terakhir ISIS di Irak utara. REUTERS/Ako Rasheed

    Perdana Menteri Irak, Haideer al-Abadi, menyatakan kemenangannya atas ISIS pada Sabtu, 9 Desember 2017.

    Perang telah berlangsung selama tiga tahun untuk mengambil alih kendali dari kelompok ISIS, yang sempat menguasai sekitar sepertiga wilayah Irak.

    Baca: Irak Minta Pasukan Amerika Ditarik Setelah ISIS Dikalahkan  

    Sebelumnya, militer Irak juga berhasil mengambil alih kendali Kota Mosul dari kendali kelompok itu. "Pasukan Irak berhasil menguasai wilayah perbatasan Irak dan Suriah dan sehingga kita bisa mengumumkan berakhirnya perang dengan Daesh," kata Abadi menggunakan singkatan dalam bahasa Arab yang biasanya disebut ISIS.

    pasukanSeorang pria menangis saat menggendong putrinya menuju tentara pasukan khusus Irak dalam sebuah pertempuran dengan militan ISIS di Mosul, Irak, 4 Maret 2017. REUTERS/Goran Tomasevic/File Photo

    Laporan terbaru dari tim monitoring PBB menyebutkan, sekitar 20 ribu hingga 30 ribu anggota militan ISIS meninggalkan Irak dan Suriah setelah mereka kalah perang di sejumlah front.

    Rilis PBB yang disampaikan kepada media pada Senin 13 Agustus 2018 itu mengatakan, sejumlah kecil dari mereka antara tiga ribu hingga empat ribu militan ISIS bertahan di Libya, sementara basis pertahanan kunci direlokasi ke Afganistan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.