Pasukan AS Putuskan Tetap Tinggal di Irak, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah militan ISIS berbaris setelah berhasil ditahan oleh pasukan Kurdish Peshmerga, Kirkuk, Irak, 5 Oktober  2017. Pasukan Irak mengumumkan bahwa mereka telah merebut markas terakhir ISIS di Irak utara. REUTERS/Ako Rasheed

    Sejumlah militan ISIS berbaris setelah berhasil ditahan oleh pasukan Kurdish Peshmerga, Kirkuk, Irak, 5 Oktober 2017. Pasukan Irak mengumumkan bahwa mereka telah merebut markas terakhir ISIS di Irak utara. REUTERS/Ako Rasheed

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasukan Amerika Serikat akan tetap tinggal di Irak selama mereka dibutuhkan untuk membantu pemulihan stabilitas setelah ISIS dikalahkan dan keluar dari Irak.

    "Kami akan tetap di sini selama menurut kami mereka dibutuhkan.. Alasan utama setelah ISIS dikalahkan secara militer adalah upaya stabilisasi dan kami masih perlu di sana untuk itu, jadi itu salah satu alasan kami akan tetap hadir di sana," kata Kolonel Sean Ryan dalam konperensi pers di Abu Dhabi seperti dilansir dari Reuters, Minggu, 19 Agustus 2018.

    Baca: ISIS Terusir dari Mosul, Militer Amerika Bertahan di Irak

    Ryan melanjutkan, jumlah pasukan AS di Irak saat ini sekitar 5.200 personil. Namun jumlah tentara AS tersebut dapat saja berkurang tergantung kapan pasukan dari anggota NATO dikerahkan untuk memberikan pelatihan ke pasukan Irak.

    "Kemungkinan, jumlah itu bisa berkurang, hal itu hanya tergantung pada kapan NATO masuk dan kapan mereka membantu pelatihan kepada pasukan," ujarnya.

    Militer Irak berpatroli di jalan-jalan Mosul untuk membersihkan militan ISIS, 16 Mei 2017. [Yunus Kele/Anadolu Agency]

    Irak secara resmi mengumumkan kemenangannya terhadap milisi ISIS pada Desember 2017. Tepatnya lima bulan setelah pasukan Irak menguasai Mosul, kota yang menjadi pertahanan mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.