Amerika Monitor Satelit Rusia Seakan Melahirkan, Senjata Baru?

Editor

Budi Riza

Ilustrasi senjata laser luar angkasa. Youtube.com

TEMPO.CO, Jenewa - Pemerintah Amerika Serikat melansir adanya pergerakan tidak biasa dari sebuah satelit Rusia, yang diluncurkan pada 2017.

Baca: 

Satelit Merah Putih Sukses Mengangkasa

5 Negara Pemilik Satelit Terbanyak di Luar Angkasa

Satelit ini beberapa waktu lalu meluncurkan sebuah satelit yang lebih kecil dari sebuah ruang di dalam satelit itu.

Dan satelit yang kedua ini juga meluncurkan satelit yang berukuran lebih kecil dari dalam dirinya beberapa bulan kemudian. Ini membuat satelit induk seperti beranak.

Pejabat dari kemenlu AS mengaku merasa khawatir jika rangkaian satelit itu merupakan senjata.

“Kami belum tahu persis apa itu, dan tidak ada cara untuk memverifikasinya,” kata Yleem Poblete, asisten menlu bidang kontrol senjata, verifikasi dan kepatuhan di Kementerian Luar Negeri dalam sebuah konferensi di Jenewa, Swiss, seperti dilansir CNN pada Kamis, 16 Agustus 2018.

Informasi ini diungkap ke publik sekitar dua pekan setelah Wakil Presiden AS, Mike Pence, mengumumkan rencana pembentukan angkatan luar angkasa. Pence menyebut angkatan ini akan berdiri terpisah seperti angkatan laut, darat, udara, penjaga pantai dan marinir. Rencananya, angkatan luar angkasa ini bakal mulai beroperasi pada 2020.

Poblete tidak menyebut nama satelit yang dimaksud. Namun, satelit ini diluncurkan pada Oktober 2017. Menurut CNN, ada kemungkinan ini adalah satelit Cosmos 2523, yang memisahkan diri dari induk satelit pada 30 Oktober 2017.

Ilustrasi Satelit 'Melahirkan' Satelit.Daily Mail

Menurut Jonathan McDowell, yang merupakan seorang astronot di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, Rusia tidak meluncurkan satelit apapun pada Oktober 2017 selain Progress 68 ke Stasiun Antariksa Internasional. Ini merupakan misi pengiriman suplai dan sebuah satelit Eropa yaitu Sentinel-5P Earth, yang bertugas memantau Bumi.

Menurut McDowell ada kemungkinan satelit Rusia itu adalah Cosmos 2523.

Menurut dia dan rekannya Brian Weeden, satelit biasa melakukan manuver di luar angkasa, misalnya manuver jarak dan kemudian menempel ke satelit induk. Menurut McDowell, ada kemungkinan Rusia sedang mengecek kemampuan satelit militernya untuk meluncurkan satelit lebih kecil ke orbit yang lebih rendah.

Baca: 

Angkatan Luar Angkasa AS Bakal Dilengkapi Senjata Laser Super?

Satelit Intai Amerika Rekam Aktivitas Pabrik Rudal Korea Utara

McDowell mengatakan manuver ini sebagai hal biasa dan tidak ilegal atau berbahaya. Jadi dia mengaku tidak yakin dengan penyebab kekhawatiran Poblete.

Menurut media Quartz, militer AS memiliki sejumlah radar pelacak posisi satelit Rusia yang berbasis di darat. Satelit mata-mata atau kamera dari darat yang kuat bisa juga digunakan untuk mengintip satelit yang lewat.






Negara Baltik dan Polandia Minta Atlet Rusia dan Belarusia Dilarang Tampil di Olimpiade 2024

3 jam lalu

Negara Baltik dan Polandia Minta Atlet Rusia dan Belarusia Dilarang Tampil di Olimpiade 2024

Latvia dan Ukraina mengancam memboikot Olimpiade 2024 jika atlet Rusia dan Belarusia tampil sementara perang berlanjut di Ukraina.


Duta Besar Rusia Heran Washington Tak Mau Gunakan Jalur Diplomatik untuk Dialog

6 jam lalu

Duta Besar Rusia Heran Washington Tak Mau Gunakan Jalur Diplomatik untuk Dialog

Duta Besar Rusia untuk Amerika dibuat bingung dengan sikap Washington karena memilih menyampaikan sebuah pesan untuk Rusia, tapi lewat Mesir.


Sergei Lavrov Komentari Pengiriman Bantuan Senjata ke Ukraina

6 jam lalu

Sergei Lavrov Komentari Pengiriman Bantuan Senjata ke Ukraina

Sergei Lavrov melihat Ukraina harus memenuhi keinginan negara-negara Barat yang berjanji akan memberikan Kyiv senjata-senjata jarak jauh


Austria Usir Empat Diplomat Rusia, Diduga Terlibat Spionase

7 jam lalu

Austria Usir Empat Diplomat Rusia, Diduga Terlibat Spionase

Austria pada Kamis 2 Februari 2023 mengusir empat diplomat Rusia karena melanggar perjanjian internasional


Israel Pertimbangkan Kirim Iron Dome ke Ukraina

17 jam lalu

Israel Pertimbangkan Kirim Iron Dome ke Ukraina

Israel mempertimbangkan mengirim sistem pertahanan udara ke Ukraina, termasuk Iron Dome yang selama ini diandalkan menangkis serangan roket Hamas


Zelensky Akui Rusia Catat Kemajuan dalam Pertempuran di Ukraina Timur

17 jam lalu

Zelensky Akui Rusia Catat Kemajuan dalam Pertempuran di Ukraina Timur

Zelensky mengakui situasi di garis depan di timur Ukraina menjadi lebih sulit setelah pasukan Rusia meningkatkan serangan dalam beberapa hari terakhir


Amerika Serikat Akan Setop Bantuan Militer Rusia ke Myanmar

17 jam lalu

Amerika Serikat Akan Setop Bantuan Militer Rusia ke Myanmar

AS mengintip peluang untuk membatasi kerja sama militer Myanmar dan Rusia. Washington menegaskan dukungan ke ASEAN.


Angka Aborsi di Rusia Turun

19 jam lalu

Angka Aborsi di Rusia Turun

Menteri Kesehatan Rusia mengumumkan angka aborsi di Rusia turun secara signifikan dalam satu dekade terakhir karena ada layanan konseling


Top 3 Dunia: Warga Amerika Kecewa, Devaluasi Mata Uang Lebanon, Paket Bantuan untuk Ukraina

21 jam lalu

Top 3 Dunia: Warga Amerika Kecewa, Devaluasi Mata Uang Lebanon, Paket Bantuan untuk Ukraina

Bantuan AS untuk Ukraina yang memancing perhatian menjadi topik dari dua dari tiga berita teratas.


Amerika Serikat Tuding Rusia Langgar Perjanjian Kontrol Senjata Nuklir

1 hari lalu

Amerika Serikat Tuding Rusia Langgar Perjanjian Kontrol Senjata Nuklir

Amerika Serikat dan Rusia masih menyumbang sekitar 90 persen dari hulu ledak nuklir dunia.