Ketegangan Politik, Jemaah di 3 Negara Ini Sulit Naik Haji

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jemaah menunaikan salat Jumat mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram menjelang haji tahunan di Mekah, Arab Saudi, Jumat, 17 Agustus 2018. Ka'bah merupakan pemersatu arah salat bagi muslim di seluruh dunia. REUTERS/Zohra Bensemra

    Jemaah menunaikan salat Jumat mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram menjelang haji tahunan di Mekah, Arab Saudi, Jumat, 17 Agustus 2018. Ka'bah merupakan pemersatu arah salat bagi muslim di seluruh dunia. REUTERS/Zohra Bensemra

    TEMPO.CO, Jakarta - Tudingan Kerajaan Arab Saudi menghalang-halangi jamaah asal Qatar untuk menunaikan ibadah haji, telah menjadi sorotan dunia. Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, menyangkal tuduhan itu.

    Pelaksanaan ibadah haji yang dilakukan setahun sekali, sudah beberapa kali menjadi 'korban' akibat ketegangan politik antara Arab Saudi dan negara lain di dunia. Berikut tiga negara yang masyarakatnya pernah mengalami kesulitan menunaikan ibadah haji akibat ketegangan politik dengan Arab Saudi.

    Baca: Qatar Menuduh Arab Saudi Halangi Warganya Pergi Haji

    1. Iran.
    Jamaah haji asal Iran pernah dihalang-halangi saat hendak menunaikan ibadah haji. Ini terjadi ketika pada Januari 2016 Arab Saudi dan Iran memutuskan hubungan diplomatik setelah sekelompok pengunjuk rasa di Iran menyerbu kantor kedutaan Arab Saudi di Teheran dan kantor konsulat Arab Saudi. Serangan itu buntut eksekusi mati yang dilakukan Arab Saudi terhadap seorang tokoh Syiah terpandang bersama 47 orang lainnya yang dituduh teroris.

    Dikutip dari newrepublic.com pada Minggu, 19 Agustus 2018, sekitar 600 ribu masyarakat Iran berkontribusi US$ 18 miliar atau Rp 262 triliun terhadap industri wisata religi di Arab Saudi setiap tahunnya. Larangan berhaji kepada jamaah asal Iran jelas berdampak signifikan terhadap ekonomi Arab Saudi. Iran pun tercatat pernah melarang masyarakatnya menunaikan ibadah haji pada 1987 setelah 400 lebih jamaah haji Iran tewas dalam sebuah kerusuhan di Arab Saudi.

    2. Kanada.
    Ketegangan Arab Saudi dan Kanada dipicu oleh penahanan sejumlah aktivis HAM. Menteri Luar Negeri Kanada mengkritik tindakan itu dan langsung ditanggapi tegas oleh Riyadh dengan mengeluarkan duta besar Kanada untuk Arab Saudi. Riyadh menilai, Kanada telah ikut campur urusan dalam negeri Arab Saudi.

    Dikutip dari thenational.ae pada Minggu, 19 Agsutus 2018, Kerajaan Arab Saudi mengumumkan seluruh maskapai dari Arab Saudi telah menangguhkan penerbangan dari dan menuju Toronto, Kanada, terhitung mulai 13 Agustus 2018. Pengumuman itu diterbitkan beberapa pekan sebelum ribuan umat Islam di Kanada hendak bertolak ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji.

    Arab Saudi tidak menerbitkan larangan jemaah haji asal Kanada masuk Arab Saudi, tetapi masih belum jelas bagaimana langkah-langkah terkait ketegangan politik ini akan berdampak pada koordinasi haji di Kanada.

    Baca: Konflik Politik, Jemaah Haji Qatar Belum Tiba di Arab Saudi

    3. Suriah
    Pada Juni 2018, Komite Pemantau Haji Internasional mengecam Kerajaan Arab Saudi karena melarang jamaah asal Suriah menunaikan ibadah haji. Dikutip dari middleeastmonitor.com, Arab Saudi telah mencegah jamaah Suriah melaksanakan ibadah haji sejak tujuh tahun lalu atau persisnya saat meletupnya perang sipil Suriah.

    Sumber di Kementerian Agama Suriah mengatakan sebuah kesepakatan harus dikunci antara rezim Suriah dan Arab Saudi agar jamaah asal Suriah bisa naik haji, sayangnya hal ini belum juga terjadi.

    Menunaikan ibadah haji adalah satu dari lima Rukun Islam. Menunaikan ibadah haji adalah kewajiban setidaknya sekali dalam seumur hidup bagi seorang muslim yang sudah mampu secara finansial.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.