Selasa, 23 Oktober 2018

5 Hal tentang Pegawai Maskapai Penerbangan yang Bajak Pesawat

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Richard Russell [Standard.co.uk]

    Richard Russell [Standard.co.uk]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengawai bandara udara Seattle – Tacoma, Richard Russell, yang membajak sebuah pesawat milik Alaska Airlines, tewas setelah pesawat yang dipilotinya jatuh.

    Baca: 

    Cerita Penumpang Ketika Pesawat Aeromexico Lepas Landas

    Pegawai Curi Pesawat Dikejar 2 Jet Tempur AS dan Jatuh

    Russell, 29 tahun, menerbangkan pesawat Horizon Air Q400 jet tanpa izin pada 10 Agustus 2018 seperti dilansir AP. Dia adalah seorang pegawai bandara bagian bagasi dan tidak memiliki pelatihan sebagai pilot.

    Russell sempat berkomunikasi dengan menara pengawas bandara, yang memintanya agar segera turun. Sebuah pesawat jet tempur F-15 sempat dikerahkan untuk mengejar pesawat yang dipiloti Russell.

    Berikut ini 5 hal mengenai Russell menurut Hollywood Life:

    1. Russell bekerja empat tahun di Horizon Air

    Akun LinkedIn milik Russell mencantumkan posisinya sebagai agen penanganan bagasi dan bagian operasi. Tugas bagian operasi adalah memuat dan membongkar muat bagasi, mengarahkan pesawat saat take off dan melunturkan es dari tubuh pesawat saat musim dingin. Russell mengaku suka berpergian, dan berharap bisa bekerja di bagian manajemen di perusahaan maskapai ini. Dia juga memikirkan untuk menjadi perwira militer.

    1. Menikah

    Russell telah menikah dan kerap mengunggah fotonya bersama istri Hannah di sosial media. Pasangan ini tampaknya belum memiliki momongan. Dalam sebuah blog, Russell mengaku bertemu istrinya saat sekolah di Oregon pada 2010 dan menikah setahun kemudian. Mereka memiliki toko roti selama tiga tahun yang bernama “Hannah Marie’s Bakery” di North Bend, Oregon, sebelum pindah ke Seattle pada 2015.

    Petugas yang mengenakan helm berwarna kuning terlihat dari foto udara di lokasi jatuhnya pesawat yang dibajak di Pulau Ketron, Washington, Amerika Serikat, Sabtu, 11 Agustus 2018.[AP Photo / Ted S. Warren]

    1. Russell terlahir di Key West dan besar di Alaska

    Dia pindah ke Alaska saat berusia tujuh tahun. Saat tinggal di Seattle, Russell mengambil studi untuk mendapat gelar sarjana S1 di ilmu sosial dari Washington State University.

    Baca: 

    Pesawat Era Perang Dunia II Jatuh di Swiss, 20 Orang Tewas

    Anak Ini Selamat dari Kecelakaan Pesawat Dimonim di Oksibil

    1. Russel dilabeli ‘cenderung bunuh diri’ oleh otoritas

    Dia tidak pernah menyatakan secara jelas akan bunuh diri saat berkomunikasi dengan menara pengawas bandara. Namun, dia berkomentar soal tidak akan pernah mendaratkan pesawat dan mengaku memiliki beberapa masalah. Ini mengindikasikan dia memiliki intensi untuk bunuh diri atau sakit jiwa. Saat ini polisi sedang mengecek latar belakangnya untuk mengetahui motif. Hingga kini, keluarga dan temannya belum pernah berbicara soal insiden ini. 

         5. Russell tidak memiliki keterampilan menerbangkan pesawat

    Otoritas mengatakan Russell mengeluarkan pesawat dari area perawatan dan menggunakan sebuah traktor untuk memutar posisi pesawat 180 derajat. Horizon CEO, Gary Beck, mengatakan soal cara take off dan gerakan pesawat di udara menunjukkan Russell tidak memiliki pengalaman. “Kami tidak tahu bagaimana cara dia melakukan itu,” kata Beck.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.