Kisah Dua Santri Naik Haji Gratis Atas Undangan Raja Salman

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Husaini muhtadi azri, kanan dan Muhammad izhar assahmy, kiri, mendapatkan hadiah dari Raja Salman untuk menunaikan ibadah haji 2018. Sumber: Istimewa

    Husaini muhtadi azri, kanan dan Muhammad izhar assahmy, kiri, mendapatkan hadiah dari Raja Salman untuk menunaikan ibadah haji 2018. Sumber: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Senyum mengembang di wajah Husaini Muhtadi Azri, saat membuka kado dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta yang berisi sandal dan kain ihrom. Azri adalah santri asal Medan, Sumatra Utara yang beruntung menjadi tamu Allah pada 2018 melalui undangan Raja Salman.

    Kepada Tempo, Azri mengaku tak pernah terbayang hendak menunaikan ibadah haji di usia 16 tahun. Dia mendapat perhatian dari Raja Salman setelah mengikuti perlombaan Musabaqah Tilawatil Quran pada Maret 2018 dan mendapat juara ke-2.

    "Saya sekolah di pondok pesantren Al-aziziyah di Lombok dan pesantren kami rutin mendapat undangan dari Kerajaan Arab Saudi. Tidak menyangka juga, tahun ini saya dipilih pesantren untuk memenuhi undangan itu," kata Azri, Minggu, 12 Agustus 2018.

    Baca: Pesan Pemerintah untuk Calon Jemaah Haji Indonesia

    Husaini muhtadi azri, 16 tahun, santri asal Medan yang menuntut ilmu di pondok pesantren Al aziziyah, Lombok. Azri mendapat undangan untuk berhaji dari Raja Salman, Minggu, 12 Agustus 2018. Sumber: TEMPO/Suci Sekar

    Baca: Haji 2018, Bandara Soekarno - Hatta Siapkan Layanan Imigrasi

    Azri baru satu tahun menuntut ilmu di pondok pesantren Al-aziziyah dan sudah menghapal 10 juz Al-Quran. Saat di Raudoh nanti, dia sangat ingin 'bertemu' dengan ayah dan ibunya yang sudah meninggal dunia. Kesempatan berhaji gratis dari Raja Salman pun akan dimanfaatkan untuk mengumrahkan mendiang kedua orang tuanya dan memanjatkan doa agar seluruh anggota keluarganya selamat.

    "Saya ingin istiqamah menghapal Quran karena saya ingin membahagiakan kedua orang tua yang sudah lama meninggal dunia. Cita-cita saya ingin menjadi imam di Mekkah," kata Azri.

    Selain Azri, Muhammad Izhar Assahmy, 17 tahun, juga beruntung menjadi tamu Allah pada 2018 atas undangan Raja Salman. Izhar berasal dari Bondowoso, Jawa Timur dan merupakan santri dari pondok pesantren Al-irsyad.

    Izhar mencuri perhatian Raja Arab Saudi karena di usia remaja dia telah menghapal sekitar 500 hadist. Kepada Tempo, Izhar mengaku tak mendapat firasat atau mimpi hendak menunaikan ibadah haji pada tahun ini. Namun dalam dua tahun terakhir, Izhar rutin memohon pada Allah dalam setiap doanya agar diundang ke Mekkah.

    "Ya Allah, undanglah aku ke rumah Mu, kurang lebih seperti itu doanya," kata Izhar menirukan doa yang dipanjatkannya rutin selama dua tahun.

    Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, mengatakan undangan berhaji secara gratis bagi WNI pilihan ini adalah kegiatan rutin dan telah lama dilakukan Raja Arab Saudi. Pada 2018, Raja Salman memberikan undangan berhaji kepada 40 WNI yang dianggap telah berkontribusi secara positif pada dunia Islam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.