Selasa, 23 Oktober 2018

PBB: Satu Juta Etnis Uighur Ditahan di Kamp Rahasia

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah muslim Uighurs berasal dari wilayah barat jauh dari Cina wilayah Xinjiang, saat mereka berada di penampungan sementara setelah mereka ditahan di kantor pusat regional imigrasi Thailand di dekat perbatasan Malaysia-di Hat Yai, Songkla (14/3). REUTERS/Athit Perawongmetha

    Sejumlah muslim Uighurs berasal dari wilayah barat jauh dari Cina wilayah Xinjiang, saat mereka berada di penampungan sementara setelah mereka ditahan di kantor pusat regional imigrasi Thailand di dekat perbatasan Malaysia-di Hat Yai, Songkla (14/3). REUTERS/Athit Perawongmetha

    TEMPO.CO, Jakarta - Panel HAM PBB mengatakan mereka menerima banyak laporan bahwa 1 juta etnis Uighur di Cina ditahan dalam kamp rahasia.

    Dilaprokan Reuters, 11 Agustus 2018, Gay McDougall, anggota Komite PBB bidang Penghapusan Diskriminasi Rasial, memperkirakan bahwa 2 juta orang Uighur dan kelompok minoritas Muslim dipaksa menerima indoktrinisasi politik di wilayah otonomi Xinjiang barat.

    Baca: Ribuan Orang Protes Pembongkaran Masjid Agung di Cina

    "Kami sangat prihatin pada banyak laporan kredibel yang kami terima bahwa dengan alasan memerangi ekstremisme agama dan memelihara stabilitas sosial (Cina) telah mengubah daerah otonom Uighur menjadi sesuatu yang menyerupai sebuah kamp konsentrasi besar yang diselimuti kerahasiaan," kata McDougall.

    Cina mengatakan bahwa Xinjiang menghadapi ancaman serius dari militan Islam dan separatis yang merencanakan serangan dan membangkitkan ketegangan antara minoritas Uighur yang mayoritasnya Muslim.

    Sejumlah tentara Cina berjalan melalui depan Masjid Id Kah di Kashgar, Cina (31/7). Sejumlah tentara ini berjaga dikawasan ini karena adanya insiden penyerangan warga etnis Uighur dan Han. Getty Images

    Delegasi Cina yang terdiri dari 50 pejabat tidak berkomentar mengenai pernyataannya di sesi rapat Jenewa yang dijadwalkan akan dilanjutkan pada Senin 13 Agustus.

    Delegasi AS untuk PBB mengatakan di Twitter bahwa mereka sangat khawatir oleh laporan tentang penindasan yang sedang berlangsung terhadap Uighur dan Muslim lainnya di Cina.

    Baca: Cina Doktrin Minoritas Muslim Uighur, HRW Kecam

    "Kami menyerukan kepada Cina untuk mengakhiri kebijakan kontraproduktif mereka dan membebaskan semua yang telah ditahan secara sewenang-wenang," kata delegasi AS.

    Tuduhan itu datang dari berbagai sumber, termasuk kelompok aktivis Pembela Hak Asasi Manusia Cina, yang mengatakan dalam sebuah laporan bulan lalu bahwa 21 persen dari semua penangkapan yang tercatat di Cina pada 2017 berada di Xinjiang.

    Puluhan tentara Cina membentuk formasi saat berjaga-jaga di depan masjid Id Kah di Kashgar, Cina (31/7). Puluhan komunitas Uighur dan Han diserang oleh sekolompok orang yang tidak dikenal yang menewaskan puluhanan orang dan luka-luka. Getty Images

    Dilansir dari Associated Press, kelompok-kelompok pengawas HAM mengatakan bahwa kaum Uighur telah ditargetkan dalam kampanye pengawasan dan keamanan yang telah mengirim ribuan orang ke pusat-pusat penahanan dan indoktrinasi.

    "Ada laporan penahanan massal etnis Uighur dan minoritas Muslim Turki lainnya. Ada perkiraan bahwa lebih dari satu juta orang ditahan di pusat-pusat kontra-ekstremisme dan 2 juta lainnya telah dipaksa masuk ke dalam apa yang disebut kamp pendidikan ulang untuk indoktrinasi politik dan budaya," kata McDougall.

    Baca: Cina Uji Coba Alat Pengenal Wajah Muslim Uighur, Untuk Apa?

    Komite yang bermarkas di Jenewa melanjutkan dengar pendapatnya pada Senin 13 Agustus untuk menyampaikan kesimpulan. Pemimpin delegasi Cina Yu Jianhua mengatakan Cina akan menanggapi pertanyaan-pertanyaan utama yang dikemukakan dalam sesi Jumat pada Senin mendatang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.