Jumat, 17 Agustus 2018

Serangan Israel ke Palestina, Utusan PBB Batal Kunjungi Gaza

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nikolay Mladenov, Utusan Khusus PBB untuk Timur Tengah, saat konferensi pers di Kota Gaza, Palestina, 15 Juli 2018. [Ashraf Amra/Apaimages]

    Nikolay Mladenov, Utusan Khusus PBB untuk Timur Tengah, saat konferensi pers di Kota Gaza, Palestina, 15 Juli 2018. [Ashraf Amra/Apaimages]

    TEMPO.CO, Jakarta - Utusan khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah, Nikolay Mladenov, membatalkan rencana kunjungannya ke Jalur Gaza setelah Israel melancarkan serangan udara ke daerah yang dikepung di Gaza.

    "Kunjungan tersebut sedianya dilakukan pada Kamis, 9 Agustus 2018, terpaksa dibatalkan menyusul serangan udara Israel ke Gaza," Middle East Monitor melaporkan, Jumat 10 Agustus 2018.

    Baca: Palestina Desak PBB Selidiki Israel Atas Insiden Gaza

    Roket dari serangan udara Israel ke Kota Gaza, 8 Agustus 2018. Dua warga Palestina terluka dalam serangan yang ditujukan ke basis Hamas di Jalur Gaza selatan. AP

    Dalam sebuah pernyataan, utusan khusus PBB ini mengatakan, dia menaruh perhatian sangat mendalam atas eskalasi kekerasan melibatkan Gaza dengan Israel. "Jika eskalasi itu meningkat cepat akan menimbulkan konsekwensi kehancuran bagi semua orang."Masyarakat melihat puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Kota Gaza, Palestina, Kamis, 9 Agustus 2018. AP

    Selama kunjungannya, Mladenov rencananya dijadwalkan bertemu dengan sejumlah pemimpin Hamas untuk mendiskusikan draf kesepakatan gencatan senjata jangka panjang dengan Israel.

    Baca: Dikepung Israel, 80 Persen Pabrik di Gaza Palestina Tutup

    Israel mengaku telah melancarkan serangan udara ke lebih dari 150 sasaran di Gaza, Palestina, sejak Rabu 8 Agustus 2018. Akibat gempuran udara tersebut, seorang bayi Palestina tewas, seorang perempuan hamil dan pria muda juga tewas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Jurus Rusia Membalas Sanksi AS Terkait Sergei Skripal

    Berikut 5 hal yang mungkin Rusia sebagai retaliasi atas sanksi dari AS terkait kasus serangan racun novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.