Jumat, 14 Desember 2018

Equanimity Kembali ke Malaysia, Kapten Kapal Mengaku Senang

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal pesiar mewah bernama Equanimity. thestar.com.my

    Kapal pesiar mewah bernama Equanimity. thestar.com.my

    TEMPO.CO, Port Klang – Kapten kapal pesiar Equanimity mengaku senang bisa membawa kapal itu kembali ke Malaysia. Kapal ini sempat ditahan di Indonesia saat berlabuh di Bali pada Februari 2018.

    Baca: 

    Polisi: Penangkapan Kapal Equanimity atas Permintaan FBI

    Indonesia Serahkan Kapal Equanimity ke Pemerintah Malaysia

    “Sejujurnya, pada awalnya kami sempat merasa agak khawatir. Ini situasi baru bagi setiap orang,” kata Oystein Senneseth, kapten kapal Equanimity, seperti dilansir The Star pada Rabu, 8 Agustus 2018.

    Menurut Oystein, yang berasal dari Bergen, Norwegia, kru kapal merasa lebih relaks sekarang dibandingkan saat mereka masih dikawal polisi Malaysia di atas kapal ketika baru tiba di Port Klang, Malaysia, pada Selasa, 7 Agustus 2018.

    “Ini pengalaman baru dan bagi saya penting untuk melakukan pekerjaan dengan bagus,” kata dia. Petugas Malaysia membolehkan kru kapal untuk berpergian karena tidak ada yang berada di atas kapal pesiar seharga sekitar Rp3,6 triliun. Ada 18 kru kapal yang bertugas saat ini dari jumlah maksimal 29 orang. 

    Kapal pesiar Equanimity, yang diduga dibeli pengusaha buron Low Taek Jho dengan menggunakan dana terkait kasus korupsi 1MDB, merapat di Port Klang pada pukul satu siang pada Selasa, 7 Agustus 2018. Empat kapal patroli polisi Malaysia mengawal kedatangan kapal itu dari Indonesia.

    Kapten kapal Equanimity, Oystein Senneseth. The Star

    Pemerintah Amerika Serikat meminta penangkapan kapal itu pada Februari 2018 terkait investigasi kasus dugaan penggelapan dana 1Malaysia Development Berhad.

    Baca: 

    Skandal 1MDB, Politikus Oposisi Malaysia 'Serang' PM Najib Razak

    Skandal 1MDB, Indonesia Akan Serahkan Kapal Pesiar ke Amerika

    Pengadilan Negeri Jakarta Selatan lalu memutuskan kapal itu merupakan hak dari pemilik pada April 2018 sehingga penyitaan dianggap tidak sah.

    Pemerintah Amerika kembali meminta kapal itu disita kembali atas dasar skema bantuan hukumm pada Juli 2018. 

    Reuters melansir pemerintah Indonesia mengembalikan kapal itu ke Malaysia atas permintaan pribadi PM Mahathir Mohamad, yang datang berkunjung ke Indonesia pada Juni.

    Sehari sebelum kapal Equanimity itu tiba di Malaysia, Mahathir mengucapkan terima kasih lewat video yang diunggah di jejaring sosial media Facebook. Saat itu, Mahathir mengatakan jika Jho Low atau Low Taek Jho bisa membuktikan pembelian kapal itu menggunakan uang pribadinya maka dia bisa mendapatkan kapal itu kembali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Antikorupsi Partai Politik Diragukan

    Partai-partai mengklaim berkomitmen antikorupsi melawan korupsi setelah para petingginya ditangkap KPK. Berikut empat di antaranya....