Menlu Korea Utara Sebut Sikap Amerika Salah Soal Nuklir Iran

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Iran, Hassan Rouhani,(kanan) menerima Menlu Korea Utara, Ri Yong-ho (kiri) di Teheran, Iran, pada Rabu, 8 Agustus 2018. Parstoday

    Presiden Iran, Hassan Rouhani,(kanan) menerima Menlu Korea Utara, Ri Yong-ho (kiri) di Teheran, Iran, pada Rabu, 8 Agustus 2018. Parstoday

    TEMPO.CO, Teheran - Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-ho mengkritik kebijakan pemerintah Amerika Serikat yang menarik diri dari perjanjian nuklir Iran.

    Baca:
    Embargo Ekonomi Iran Diperketat, Amerika Serikat Ajak Dialog
    Donald Trump Ancam Perusahaan yang Berbisnis dengan Iran

    Perjanjian internasional yang didukung mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, pada 2015 ini juga didukung lima negara besar lain, seperti Inggris, Jerman, dan Rusia.

    “Keputusan Amerika mengenakan sanksi baru kepada Iran, yang sebelumnya telah dicabut, juga salah dan bertentangan dengan hukum internasional,” begitu kata Ri Yong-ho kepada Presiden Iran Hassan Rouhani, di Teheran, seperti dilansir media Presstv, pada Rabu, 8 Agustus 2018.

    Dalam pertemuan ini, Ri juga mengatakan Pyongyang dan Teheran menikmati hubungan bersahabat dan berbagi pandangan sama mengenai berbagai isu regional dan internasional.

    Ri mengatakan peningkatan hubungan dengan Iran dan melawan unilateralisme merupakan kebijakan strategis Korea Utara.

    Presiden Iran Hassan Rouhani(kanan) menerima Menlu Korea Utara Ri Yong-ho (kiri) di Teheran, Iran, pada Rabu, 8 Agustus 2018. Ifpnews

    Dalam pertemuan ini, yang berlangsung pada hari terakhir dari kunjungan dua harinya, Ri juga melaporkan kepada Rouhani isi negosiasi antara Pyongyang dan Washington, yang berlangsung pada Juni 2018 di Singapura.

    Rouhani mengatakan kepada Ri dalam pertemuan tersebut bahwa Amerika tidak layak dipercaya sebagai negara karena tidak menghormati komitmen yang telah dibuat.

    Baca:
    Amerika Serikat Gagal Bujuk Cina Hentikan Impor Minyak dari Iran
    Ditekan Amerika Serikat, Iran dan Korea Utara Bertemu

    Dalam kondisi seperti ini, semua negara bersahabat harus bersatu dan meningkatkan kerja samanya. “Iran bersedia meningkatkan hubungan dan kerja sama di semua bidang dengan komunitas internasional, termasuk Pyongyang,” kata Rouhani.

    Menurut Rouhani, seperti dilansir Eastern Mirror, Iran dan Korea Utara telah mendukung satu sama lain dalam berbagai titik kritis perjalanan kedua negara. Ini merujuk pada tekanan yang dialami kedua negara tersebut untuk menghentikan program senjata nuklir mereka.

    Iran juga mendukung perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea.

    Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-ho tiba di Teheran dalam kunjungan kenegaraan atas permintaan dari Korea Utara. Sehari sebelumnya, Ri bertemu dengan Menteri Luar Negeri Javad Zarif untuk membahas hubungan bilateral, regional, dan sejumlah isu internasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.