Jumat, 14 Desember 2018

PM Trudeau Bakal Terus Bicarakan HAM dengan Saudi

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau [Canada Newa]

    Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau [Canada Newa]

    TEMPO.CO, Ottawa – Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, mengatakan akan terus mendesak pemerintah Arab Saudi soal kebebasan hak-hak sipil di tengah ketegangan diplomatik kedua negara.

    Baca: 

    Diplomatnya Diusir, Kanada Melawan Arab Saudi

    Kanada Minta UEA dan Inggris Dinginkan Hubungan dengan Saudi

    Namun, Trudeau juga mengakui sudah ada perbaikan mengenai perlakuan Hak Asasi Manusia oleh pemerintah Saudi.

    Trudeu mengatakan ini merupakan soal perbedaan pandangan diplomatik dengan pemerintah Saudi dan telah menugaskan Menteri Luar Negeri, Chrystia Freeland, untuk berbicara soal ini dengan mitranya dari Saudi.

    “Pembicaraan diplomatik berlanjut. Kami tidak ingin memiliki hubungan buruk dengan Arab Saudi. Ini merupakan negara yang berpengaruh di dunia, yang juga membuat kemajuan dalam area HAM,” kata Trudeau seperti dilansir Reuters pada Rabu, 8 Agustus 2018.

    Trudeau menambahkan,”Tapi kami akan terus menyoroti tantangan yang muncul kapan dan di mana baik di Arab Saudi atau negara lain,” kata dia.

    Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud didampingi Pangeran Alwaleed bin Talal setelah melakukan tarian pedang tradisional Ardha dalam festival Budaya Janadriyah di Riyadh, Arab Saudi, 20 Februari 2018. Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS

    Ketegangan diplomatik Kanada dan Saudi bermula dari ungkapan keprihatinan Menlu Kanada Freeland soal penangkapan sejumlah aktivis HAM untuk advokasi perempuan yaitu Samar Badawi.

    Saudara Samar yaitu Raif Badawi merupakan seorang blogger terkenal di Saudi dan sedang menjalani tahanan selama sepuluh tahun karena menyatakan perbedaan pandangan.

    Raif juga sempat dicambuk di depan umum terkait hukuman yang diterimanya. Istri dan anak Raif tinggal di Kanada dan merupakan warga negara itu.

    Sejak beberapa bulan terakhir, Saudi kerap menangkap sejumlah aktivis yang menyuarakan hak perempuan untuk mengendarai mobil. Para aktivis juga mengkritik sistem pemerintahan kerajaan yang didominasi lelaki.

    Baca:

     
     

    Raja Saudi Salman mulai melonggarkan sejumlah aturan dengan mengizinkan perempuan untuk mengendarai mulai beberapa bulan lalu. Dia juga mulai mengizinkan bioskop untuk memutar film domestik dan asing.

    Soal permintaan Kanada agar Saudi segera melepaskan aktivis yang ditahan, Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir, mengatakan tidak ada ruang untuk mediasi soal ini. Menurut dia,”Ottawa tahu apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki kesalahan yang sudah dilakukan.”

    Pada akhir pekan lalu, pemerintah Saudi membekukan perdagangan dengan Kanada dan mengusir duta besarnya. Saudi juga berencana mengakhiri program medis dan pendidikan di Kanada.

    Menurut USA Today, pemerintah Saudi masih mempertimbangkan soal tambahan sanksi untuk Kanada. Investasi Kanada di Saudi disebut tidak terdampak soal ini.

    Media Financial Times, seperti dikutip Reuters, melaporkan bank sentral Saudi dan lembaga pengelola dana pensiun untuk menjual surat berharga dari Kanada seperti saham, obligasi dan uang tunai berapapun kerugian yang mungkin timbul.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Antikorupsi Partai Politik Diragukan

    Partai-partai mengklaim berkomitmen antikorupsi melawan korupsi setelah para petingginya ditangkap KPK. Berikut empat di antaranya....