Selasa, 23 Oktober 2018

Ingin Curi Minyak, 6 Orang di Rusia Gali Terowongan 125 Meter

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kilang Minyak Angarsk.[Russia Today]

    Kilang Minyak Angarsk.[Russia Today]

    TEMPO.CO, Jakarta - Enam orang di Rusia menghabiskan dua tahun untuk menggali terowongan sedalam 125 meter dengan sekop guna menyadap pipa minyak bawah tanah. Pelaku ketahuan setelah hanya tiga meter dari target pipa minyak yang ingin mereka sadap.

    Dilansir Russia Today, 8 Agustus 2018, kejadian ini terjadi di wilayah Irkutsk di Siberia Barat. Menurut laporan polisi, enam orang di kota Angarsk, tempat pusat penyulingan minyak besar, bekerjasama untuk memasuki pipa minyak utama.

    Baca: Polisi Korea Selatan Gerebek Perusahaan Penemu Kapal Rusia

    Para pencuri minyak membutuhkan waktu lama dan hati-hati sehingga bisa mencapai pipa yang diawasi secara ketat tanpa terdeteksi. Mereka menggunakan beberapa sekop dan menghabiskan dua tahun menggali terowongan dari lokasi tersembunyi.

    Dari hasil penyelidikan, seperti dilansir handofmoscow.com, mengungkapkan bahwa terowongan ini akan menghubungkan kelompok ke pipa. Rute yang mereka mulai dari hutan yang berjarak 128 meter dari pipa dan hanya menggunakan sekop menggali lubang bawah tanah.

    Terowongan yang digunakan pelaku penyadap pipa minyak [Russia Today]

    Namun polisi menangkap mereka ketika terowongan sudah digali sedalam 125 meter. Mereka menangkap enam calon pencuri dan menyita semua peralatan yang mereka yang digunakan untuk memasuki pipa. Kelompok ini gagal mencuri minyak dan terancama menghadapi 10 tahun penjara karena konspirasi.

    Pemilik jaringan pipa minyak, Transneft, mengatakan bahwa penangkapan ini adalah sesuatu yang baik. Sebab jika para pencuri berhasil masuk ke dalam pipa, kemungkinan mereka akan merusak pekerjaan dan mengakibatkan kerusakan berbahaya.

    Kerusakan pipa akan menyebabkan minyak yang dipompa di bawah tekanan yang sangat tinggi, akan menyeburkan minyak ke Sungai Angara atau api bisa menyebar ke fasilitas penyimpanan minyak, di mana sekitar 50.000 ton minyak mentah disimpan.

    Baca: Rusia Juara Lomba Bahasa Mandarin di Cina, Indonesia Ketiga

    "Seseorang hanya dapat membayangkan kerusakan, dampak lingkungan, dan korban yang mungkin ditimbulkannya,” kata Konstantin Khmelkov, spesialis keselamatan perusahaan minyak Rusia.

    "Bisnis yang berlokasi di dekatnya, mobil-mobil yang melewati jalan di sekitarnya, penduduk kota secara umum berada dalam bahaya. Dan api akan menghasilkan awan asap beracun, yang akan menutupi seluruh Angarsk," lanjut Khmelkov.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.