Rabu, 22 Agustus 2018

Masyarakat Korea Selatan dan Jepang Bersimpati Atas Gempa Lombok

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Basarnas dan relawan mencari korban yang tertimbun reruntuhan bangunan Masjid Nurul Iman yang rusak akibat gempa bumi di Pemenang, Lombok Utara, Lombok Utara, NTB, Selasa, 7 Agustus 2018. Selain sejumlah masjid, sekitar 3.500 rumah rusak parah akibat gempa bumi di Lombok. ANTARA/Zabur Karuru

    Anggota Basarnas dan relawan mencari korban yang tertimbun reruntuhan bangunan Masjid Nurul Iman yang rusak akibat gempa bumi di Pemenang, Lombok Utara, Lombok Utara, NTB, Selasa, 7 Agustus 2018. Selain sejumlah masjid, sekitar 3.500 rumah rusak parah akibat gempa bumi di Lombok. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat Korea Selatan dan Pemerintah Jepang menyampaikan keprihatinan atas gempa berkekuatan 7 Skala Richter yang mengguncang Lombok Utara, yang telah merenggut lebih dari 100 korban jiwa. Berbagai komponen masyarakat Korea Selatan secara langsung menyampaikan ungkapan belasungkawa kepada Perwakilan RI di Seoul.

    President & CEO Kookmin Bank, salah satu bank terbesar Korsel, Hur Yin, juga menyampaikan keprihatinan di hadapan Duta Besar RI untuk Korea Selatan dan Wakil Presiden Palang Merah Korea Selatan.

    Baca: Mesut Ozil Sampaikan Belasungkawa untuk Korban Gempa Lombok


    "Saya menyampaikan dukacita yang mendalam seraya berharap bahwa dampak yang ditimbulkan bencana ini dapat ditekan seminimum mungkin", ungkap Hur sembari menyampaikan bantuan sebesar 30 juta won atau setara dengan Rp 385 juta yang diserahkan ke Palang Merah Korea Selatan untuk disalurkan melalui Palang Merah Indonesia pada Selasa 7 Agustus. Penyerahan bantuan tersebut juga disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Umar Hadi.

    Tim SAR berusaha mengevakuasi jasad korban yang tertimpa reruntuhan Masjid Jabal Nur akibat guncangan gempa di Lombok, NTB, 7 Agustus 2018. Upaya evakuasi korban reruntuhan masjid dua lantai yang berada di kawasan pusat gempa ini juga melibatkan alat berat. AP Photo

    Wakil Presiden Palang Merah Korsel Dr. Kim Yoon Heeuga yang menerima penyaluran donasi ini juga menyampaikan keprihatinan serupa.

    "Saya sangat sedih dengan terjadinya bencana ini, terutama dengan jatuhnya korban jiwa," ungkap Kim.

    Baca: Gempa Susulan Masih Terjadi di Lombok


    "Atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia, saya mengucapkan terima kasih atas keprihatinan dan kepedulian yang besar masyarakat Korea Selatan akan musibah yang menimpa masyarakat Lombok," ungkap Dubes Umar menanggapi seperti yang disampaikan kepada Tempo.

    Terkait dengan bantuan yang diterima, Dubes Umar menggarisbawahi bahwa hal tersebut merupakan kepedulian nyata masyarakat Korea Selatan terhadap masyarakat Indonesia dan menunjukkan kedekatan antara masyarakat kedua negara. Lombok bagi masyarakat Korea Selatan merupakan salah satu destinasi wisata utama di Indonesia setelah Bali dan Jakarta.

    PM Jepang, Shinzo Abe (kanan), dan Presiden Joko Widodo, berjabat tangan usai menghadiri konferensi pers di rumah dinas Abe di Tokyo, 23 Maret 2015. REUTERS/Franck Robichon

    Sementara Pemerintah Jepang juga menyampaikan belasungkawa atas gempa Lombok. Menteri Luar Negeri Jepang, Taro Kono.

    "Kami menyampaikan rasa simpati kami yang mendalam kepada Pemerintah Indonesia dan kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah menjadi korban dari kejadian ini. Pemerintah Jepang telah siap memberikan bantuan apapun yang diperlukan oleh Pemerintah Indonesia," tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri Jepang kepada Tempo.

    Baca: Telepon Jokowi, Mahathir Sampaikan Duka Atas Tragedi Gempa Lombok

    Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, juga menyampaikan ucapan simpati yang mendalam kepada Presiden Ri Joko Widodo, atas banyaknya warga Indonesia yang menjadi korban gempa serta mendoakan agar wilayah yang terkena dampak gempa Lombok dapat segera pulih kembali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.