Selasa, 23 Oktober 2018

ISIS Serukan Milisinya Lakukan Perang Biologi ke Barat

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota kelompok militan ISIS yang telah menyerah beserta senjata mereka dihadirkan dalam sebuah peringatan di Sheberghan, Afganistan, 2 Agustus 2018. Kelompok ISIS di Afganistan utara sekarang berada di bawah kendali Taliban, yang telah memerangi kelompok ISIS selama satu bulan. REUTERS/Stringer

    Sejumlah anggota kelompok militan ISIS yang telah menyerah beserta senjata mereka dihadirkan dalam sebuah peringatan di Sheberghan, Afganistan, 2 Agustus 2018. Kelompok ISIS di Afganistan utara sekarang berada di bawah kendali Taliban, yang telah memerangi kelompok ISIS selama satu bulan. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, JakartaISIS menyerukan kepada sel kecilnya atau lone-wolf untuk melakukan perang biologi di negara-negara Barat. Serangan itu disebut sebagai senjata penghancur tanpa suara.

    Serangan biologi ISIS di antaranya menyebarkan virus yang berasal dari kotoran makhluk hidup dan tikus-tikus.

    Baca: ISIS di Irak Menyebar Teror Lewat Penculikan

    Seruan itu ditayangkan dalam video propaganda ISIS yang rekamannya ditranskrip oleh Institut Riset Timur Tengah atau MEMRI seperti dikutip dari Russia Today, Senin, 6 Agustus 2018.

    "Kami akan membuat anda ketakutan atas udara yang anda hirup," ujar pernyataan ISIS dalam rekaman video.

    Pernyataan itu disertai penayangan foto skyline San Francisco dengan seorang pria mengenakan jaket hoodie memegang benda mengeluarkan gas warna hijau ke udara.

    Teknologi yang digunakan ISIS untuk mengadakan perang biologi harganya disebut terjangkau bagi para milisi ISIS. Misalnya, bersumber dari bakteri yang ada dalam kontoran manusia dan hewan untuk kemudian disebarkan ke buah dan makanan yang biasa ditemukan di tempat umum atau disebarkan ke udara.

    Kartu identitas seorang wanita terlihat di tanah di luar pusat pendaftaran pemilih, setelah serangan bunuh diri di Kabul, Afganistan, 22 April 2018. ISIS mengaku bertanggung jawab atas ledakan bom tersebut, dan disampaikan melalui situs berita, Amaq. AP/Rahmat Gul

    Baca: Irak Hukum Seumur Hidup 19 Wanita Rusia Pendukung ISIS

    ISIS yang kalah dalam pertempuran di Irak dan Suriah merancang perang biologi untuk membalas serangan AS di Irak dan Suriah.

    Meski pasukan koalisi yang dipimpin negara Barat menyatakan kemenangannya atas ISIS di Irak pada tahun 2017, namun ekstrimis masih tetap hidup. Para milisi ISIS melakukan serangan dengan cara serang dan lari serta melakukan pembunuhan.

    Di Irak, pasukan pemerintah berusaha memberangus milisi di daerah pegunungan terpencil yang melakukan metode serang lari dan bunuh. Namun upaya pasukan Irak sepertinya tidaklah mudah.

    "Pasukan khusus tidak cukup punya sumber untuk mengejar hingga para milisi hancur," kata Hisham al-Hashimi, penasehat keamanan pemerintah Irak.

    Baca: Irak Tangkap 5 Pentolan ISIS Paling Dicari

    Direktur Badan intelijen Rusia, FSB, Alexander Bortnikov dalam Konferensi Keamanan Moskow pada April lalu mengatakan, ISIS dan al-Qaeda dapat bergabung menjadi satu jaringan teroris yang dapat membentuk sel-sel di seluruh dunia dan bahkan mereka mampu memproduksi senjata kimia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.