Rabu, 22 Agustus 2018

Gara-gara Aplikasi Kencan, Data Pesawat F-35 Milik Inggris Bocor

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengiriman pesawat tempur F-35B milik Angkatan Udara Inggris, yang dikirim dari Marine Corps Air Station Beaufort di Amerika Serikat menuju pangkalan baru RAF Marham, Inggris, 6 Juni 2018. Inggris mendatangkan jet F-35B seharga Rp 2,2 triliun. Sgt Nik Howe/MoD Handout via REUTERS

    Pengiriman pesawat tempur F-35B milik Angkatan Udara Inggris, yang dikirim dari Marine Corps Air Station Beaufort di Amerika Serikat menuju pangkalan baru RAF Marham, Inggris, 6 Juni 2018. Inggris mendatangkan jet F-35B seharga Rp 2,2 triliun. Sgt Nik Howe/MoD Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang hacker meretas profil aplikasi kencan staf perempuan angkatan udara Inggris dan mencuri data pesawat tempur F-35.

    Dengan menggunakan aplikasi kencan Tinder, pelaku membujuk karyawan Royal Air Force pria dan mencuri informasi rahasia tentang pesawat tempur F-35 Lightning II generasi kelima buatan Amerika Serikat, hanya beberapa minggu setelah empat jet pertama dikirim ke AU Inggris.

    Baca: Harga Pesawat Jet Tempur Canggih F-35 Turun, Kenapa?

    Dilansir dari Sputniknews, 6 Agustus 2018, informasi tentang jet AS bocor ke seorang hacker yang tidak diketahui identitasnya, seperti diungkap militer Inggris. Pelaku menjebak anggota kru yang bekerja pada proyek tempur F-35.

    Dilaporkan seorang hacker meretas profil Tinder dari seorang staf perempuan di angkatan udara Inggris, lalu menghubungi prajurit lain menggunakan profil staf perempuan tersebut.

    Hacker mulai membujuk kru F-35 untuk berbagi informasi tentang pesawat tempur. Belum jelas siapa identitas pelaku atau dari organisasi internasional mana.

    Pengiriman pesawat tempur F-35B milik Angkatan Udara Inggris, yang dikirim dari Marine Corps Air Station Beaufort di Amerika Serikat menuju pangkalan baru RAF Marham, Inggris, 6 Juni 2018. Jet F-35B mampu melakukan pertempuran antar-udara, dukungan udara jarak dekat, serangan ke permukaan, dan pengeboman taktis. Sgt Nik Howe/MoD Handout via REUTERS

    Perempuan yang akun Tindernya diretas segera melaporkan insiden itu, yang langsung diselidiki oleh RAF.

    "Beruntung hanya sedikit informasi yang diungkap dan individu yang akunnya diretas melaporkan masalah ini dengan tepat. Namun demikian, insiden ini mengungkapkan bahaya rekayasa sosial dan pengintaian online terhadap profil media sosial terhadap individu yang berhubungan dengan militer Inggris," ungkap pernyataan Penasehat Keamanan Utama Angkatan Udara Inggris dalam sebuah memo.

    Pernyataan itu memperingatkan staf militer terhadap bahaya rekayasa sosial, yang digambarkan sebagai "manipulasi psikologis untuk memperoleh informasi rahasia atau sensitif."

    "Rekayasa sosial dapat dilakukan melalui telepon atau dalam pengaturan sosial (misalnya di bar) maupun online. Operasi yang terampil dan meyakinkan akan bertujuan untuk memperoleh informasi melalui persahabatan atau simpati," tulis memo.

    Baca: Kongres AS Khawatir Data Jet Tempur F-35 Dicuri Rusia

    Insiden itu terjadi hanya beberapa minggu setelah empat pesawat pertama F-35 dikirim ke pangkalan angkatan udara Marham di Norfolk, Inggris.

    Total biaya program pengembangan F-35 yang dipimpin AS sekitar US$ 11,7 miliar atau Rp 169 miliar. Militer Inggris berencana membeli 138 jet F-35 yang masing-masing seharga sekitar US$ 120 juta atau Rp 1,7 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.