Rabu, 22 Agustus 2018

Gempa Lombok, Singapura Terbitkan Travel Advice

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan asing mencari tumpangan seusai gempa bumi di Kecamatan Pemenang, Tanjung, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Senin, 6 Agustus 2018. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Wisatawan asing mencari tumpangan seusai gempa bumi di Kecamatan Pemenang, Tanjung, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Senin, 6 Agustus 2018. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Musibah gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu, 5 Agustus 2018, telah mendesak Singapura menerbitkan saran bepergian atau travel advice. Kementerian Luar Negeri Singapura atau MFA melaporkan hingga Senin, 6 Agustus 2018, belum ada warga negara Singapura yang menjadi korban luka atau meninggal dunia dalam musibah itu.

    "Masyarakat Singapura sebaiknya menunda rencana bepergian ke Lombok selama periode ini. Mereka yang sekarang sudah berada di Lombok diminta meninggalkan area tersebut melalui penerbangan komersial yang masih beroperasi di bandara Internasional Lombok," demikian keterangan MFA, seperti dikutip dari channelnewsasia.com pada Senin, 6 Agustus 2018.

    Baca: Gempa Lombok, Ini Kendala Penanganan dan Kebutuhan Mendesak

    Seorang laki-laki melihat rumahnya yang sebagian temboknya roboh seusai gempa bumi di Dusun Lendang Bajur, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin, 6 Agustus 2018. Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTB mendapat laporan sementara jumlah korban meninggal akibat gempa bumi sebanyak 82 orang. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Baca: Mendagri Singapura Selamat dari Gempa Lombok, Terjebak di Bandara

    Dalam pernyataannya MFA juga menghimbau masyarakat Singapura untuk berhati-hati atas keamanan personal mereka, memantau pemberitaan mengenai musibah ini dan mengikuti instruksi otoritas setempat.

    Gempa bumi berkekuatan 6.9 scala richter mengguncang Lombok pada Minggu, 5 Agustus 2018. Jumlah korban tewas akibat musibah ini sebanyak 91 orang, ratusan orang luka-luka dan ribuan gedung mengalami kerusakan.

    "Kedutaan Besar Singapura di Indonesia telah berkomunikasi dengan otoritas setempat dan akan memantau situasi ini dengan ketat," kata Juru bicara MFA, seperti dikutip dari straitstimes.com pada Senin, 6 Juni 2018.

    Delegasi dari Singapura yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri dan Hukum Singapura, K Shanmugam, sedang menghadiri sebuah konferensi di Lombok saat musibah ini terjadi. Mereka segera mencari penerbangan untuk meninggalkan Lombok tak lama setelah musibah terjadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.