Selasa, 23 Oktober 2018

Gelombang Panas, Bom Perang Dunia II Bermunculan di Sungai Jerman

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal wisata terlihat di kejauhan Sungai Elbe yang mengering ketika cuaca panas di Dresden, Jerman, 31 Juli 2018. REUTERS

    Kapal wisata terlihat di kejauhan Sungai Elbe yang mengering ketika cuaca panas di Dresden, Jerman, 31 Juli 2018. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Gelombang panas yang melanda Eropa menyebabkan bom bekas Perang Dunia II di sungai Jerman mulai bermunculan.

    Dilansir Sputniknews, 6 Agustus 2018, kepolisian negara bagian Sachsen-Anhalt, Jerman, memperingatkan penduduk setempat agar berhati-hati terhadap bom-bom peninggalan Perang Dunia II yang jatuh ke sungai, danau, dan genangan air lain yang surut akibat gelombang panas.

    Baca: Prancis Tutup 4 Reaktor Nuklir Karena Gelombang Panas Ekstrem

    Menurut media Frankfurter Allgemeine Zeitung, orang-orang telah diperingatkan untuk tidak menyentuh amunisi yang tidak meledak selama Perang Dunia II dan segera melaporkan temuan mereka kepada polisi.

    Gelombang panas di Jerman mengeringkan sungai dan kolam, yang membuat lusinan granat dan ranjau, serta amunisi dan kendaraan tempur mulai ditemukan di Sungai Elbe di Sachsen-Anhalt dan Saxony.

    Pada akhir Juli, pihak berwenang telah meledakkan dua ranjau anti-tank di sungai Elbe usai temuan akibat sungai yang mengering.

    Peluru meriam kaliber 7,5 cm peninggalan Perang Dunia II.[Deutsche Welle]

    Dilansir dari History.com, selama Perang Dunia II, pasukan Sekutu menjatuhkan lebih dari satu juta ton bom di Jerman. Sebanyak 10 persen dari bom yang dijatuhkan tidak meledak.

    Setiap tahun, Jerman menemukan lebih dari 2.000 ton amunisi yang belum meledak yang tertimbun di tanah selama beberapa puluh tahun.

    Biasanya bom ditemukan saat proses penggalian konstruksi yang berujung pada evakuasi massal.

    Alat berat dikerahkan untuk memindahkan bom peninggalan Perang Dunia II yang ditemukan di Berlin, Jerman, 20 April 2018. Otoritas bandara Tegel di Berlin mengingatkan para penumpang pesawat untuk mengantisipasi gangguan ketika proses penjinakan bom berlangsung. Britta Pedersen/dpa via AP

    Pada Agustus 2017, Frankfurt memerintahkan 70.000 penduduk untuk meninggalkan rumah mereka dan ini menjadi salah satu evakuasi Jerman terbesar sejak Perang Dunia II. Setelah evakuasi, regu penjinak menjinakkan bom seberat 1800 kilogram yang ditemukan di dekat lokasi konstruksi.

    Baca: Polisi Jerman Amankan Ratusan Senjata Nazi Era Perang Dunia II


    April lalu, pihak berwenang mengevakuasi 26.000 orang dari kota kecil Jerman, Paderborn, untuk menjinakkan bom seberat 1,8 ton yang juga ditemukan selama konstruksi. Pada 2011, bom eks Perang Dunia II seberat 1,8 ton ditemukan di sepanjang Sungai Rhine yang surut. Sebanyak 45.000 orang diungsikan dari lokasi temuan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.