Rabu, 22 Agustus 2018

Tim Mueller Panggil Paksa, Begini Cara Trump Menghadapi

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Robert Mueller. REUTERS/Carlos Barria, Foto/nymag.com

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Robert Mueller. REUTERS/Carlos Barria, Foto/nymag.com

    TEMPO.CO, Jakarta -  Pengacara Donald Trump siap melakukan perlawanan di pengadilan jika presiden Amerika Serikat itu dipanggil paksa oleh tim penyelidik khusus yang dipimpin Robert Mueller untuk bersaksi tentang keterlibatan Rusia dalam pemilihan presiden AS tahun 2016.

    Pengacara bernama Jay Sekulow dalam program televisi ABC bertajuk This Week menjelaskan, Pengadilan Mahkamah menjadi benteng terakhir pertarungan hukum bagi presiden AS yang dipaksa bersaksi di pengadilan, seperti dikutip dari Reuters, 6 Agustus 2018. 

    Baca: Disebut Tahu Pertemuan dengan Orang Rusia, Trump Bilang Ini

    Sejauh ini Tim investigasi khusus Mueller belum secara resmi melakukan pemanggilan paksa terhadap Trump untuk memberikan kesaksian. Meski Trump sudah dimintai kesediaannya bersaksi secara sukarela.

    Mengutip CNN, pada awal Juni lalu Trump menegaskan penunjukkan tim penyelidik khusus yang diketuai Mueller tidak konstitusional.

    "Penunjukkan Tim Khusus sepenuhnya tidak konstitusional! Meski begitu, kami memainkan permainan ini karena saya, tidak seperti Demokrat, tidak ada yang salah!

    Baca: Dugaan Intervensi Rusia di Pemilu 2016, Trump Bela Putin

    Trump kemudian menuding Mueller tersangkut konflik kepentingan dengan dirinya dalam hal cekcok bisnis mengenai komisi di Klub Golf milk Trump di Sterling, Virginia.

    Juru bicara Mueller kepada Washington Post bulan Juli lalu membantah terjadi cekcok antara Trump dengan Mueller. Mantan Direktur FBI ini keluar dari klub golf itu pada akhir tahun 2011.

    Badan intelijen AS tahun lalu menyimpulkan Rusia telah mencampuri kampanye pemilihan presiden AS tahun 2016 yang dimenangkan Trump dengan meretas jaringan komputer partai Demokrat dan menyebarkan informasi salah ke media sosial.

    REUTERS | CNN 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.