Rabu, 22 Agustus 2018

Rusia Juara Lomba Bahasa Mandarin di Cina, Indonesia Ketiga

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ruslan, mahasiswa asal Rusia, memenangkan lomba berbahasa Mandarin di Cina. [Chinese Bridge]

    Ruslan, mahasiswa asal Rusia, memenangkan lomba berbahasa Mandarin di Cina. [Chinese Bridge]

    TEMPO.CO, Jakarta - Mahasiswa Rusia, Ruslan, dinyatakan sebagai pemenang lomba bahasa Mandarin terbesar ke-17 untuk kategori mahasiswa asing yang digelar di Changsha, ibu kota Provinsi Hunan, Cina.

    Menurut laporan situs berita GB Times, Ruslan berhasil mengalahkan lima finalis dari 152 mahasiswa asal 118 negara yang turut ambil bagian dalam lomba yang digelar di Cina pada Juli 2018.

    Baca: 400 Juta Orang Cina Tidak Bisa Bahasa Mandarin

    Sejumlah pria dan wanita menghadiri kelas bahasa mandarin di Grand People`s Study House, Pyongyang, Korea Utara, 24 Juli 2017. Bangunan ini terletak di Kim Il Sung Square yang mengajarkan bahasa Inggris, Cin, Jepang dan Jerman. AP

    "Lima finalis itu adalah Ruslan dari Rusia, Anthony Ebuka Nigeria, Guan Huimin Indonesia, Theodore Joseph Australia, dan John Gardner Amerika Serikat. Kelimanya tetap mendapatkan mahkota kemenangan."

    Untuk menuju final lomba bahasa Mandarin ini, para peserta diuji kemampuan berbahasa, pengetahuan mengenai kebudayaan Cina, sejarah dan tradisi, komunikasi, bernyanyi serta kemampuang akting.Belajar bahasa mandarin. TEMPO/Arif Fadillah

    Ruslan dianggap paling cakap oleh tim penguji ketika mahasiswa berusia 19 tahun itu berpidato pada acara final. "Posisi kedua setelah Ruslan diduduki oleh Joseph. Guan di posisi ketiga disusul Ebuka dan Gardner," GB Times melaporkan.

    Baca: China Ajari Anak-anak Bali Bahasa Mandarin

    Selanjutnya, kelima finalis mendapatkan beasiswa dari Institut Confucius agar supaya mereka bisa melanjutkan studinya di Cina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.