Rabu, 22 Agustus 2018

Pompeo Yakin Denuklirisasi Korea Utara Sesuai Rencana

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mike Pompeo saat akan dilantik menjadi Direktur Central Intelligence Agency (CIA) di Gedung putih, Washington, 23 Januari 2017.  REUTERS/Jonathan Ernst

    Mike Pompeo saat akan dilantik menjadi Direktur Central Intelligence Agency (CIA) di Gedung putih, Washington, 23 Januari 2017. REUTERS/Jonathan Ernst

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, memahami penghentian program nuklir Korea Utara akan memakan waktu, namun Pompeo optimis langkah ini bisa diselesaikan sesuai rencana para pemimpin di kedua negara.

    "Saya optimis kami akan menyelesaikan hal ini tepat pada waktunya dan dunia akan merayakan apa yang telah dituntut Dewan Keamanan PBB. Pekerjaan ini telah dimulai. Pencapaian denuklirisasi di Semenanjung Korea adalah hal yang saya rasa kita semua tahu akan memakan waktu," kata Pompeo, Jumat, 3 Agustus 2018, seperti dikutip dari Reuters.

    Menurutnya, pihaknya akan memantau upaya penghentian program senjata nuklir Korea Utara dengan ketat setelah muncul dugaan Pyongyang tidak berkomitmen untuk sepenuhnya melakukan denuklirisasi.

    Sebelumnya pada Senin, 30 Juli 2018, seorang pejabat senior di pemerintah Amerika Serikat mengatakan satelit mata-mata Amerika Serikat mendeteksi adanya aktivitas baru di sebuah pabrik di Korea Utara yang memproduksi rudal lintas benua yang bisa menghantam wilayah daratan Amerika Serikat. Dugaan ini diperkuat dengan laporan PBB yang bersifat rahasia yang sampai kepada Reuters bahwa Korea Utara belum menghentikan program nuklir dan rudalnya.

    Kondisi ini bertolak belakang dengan pertemuan pada 12 Juni 2018 di Singapura, dimana Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un telah berkomitmen kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mengupayakan denuklirisasi. Akan tetapi, Pyongyang memang tidak menjabarkan bagaimana langkah penghentian program senjata nuklir yang akan dilakukan pihaknya.

    Baca: Korea Utara Sebut AS Bandit, Mike Pompeo: Dunia adalah Bandit

    Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, memeriksa Pabrik No. 525 dalam foto tak bertanggal yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) pada 24 Juli 2018. [KCNA via REUTERS]

    Baca: Kim Yong Chol - Mike Pompeo Bahas Denuklirisasi Korut dan KTT

    Terkait nuklir Korea Utara, Pompeo juga mengatakan penting menjaga tekanan diplomatik dan ekonomi kepada Korea Utara. Dengan begitu, jika laporan yang menyebut Rusia menerbitkan visa bagi para pekerja asal Korea Utara, benar, maka hal itu akan menciderai resolusi Dewan Keamanan PBB.

    "Saya ingin mengingatkan pada setiap negara agar mendukung resolusi-resolusi ini karena ini adalah masalah serius dan hal yang akan kami diskusikan dengan Moskow. Kami berharap Rusia dan seluruh negara di dunia mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB dan menerapkan sanksi kepada Korea Utara," kata Pompeo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.