Selasa, 23 Oktober 2018

Malaysia Bakal Salurkan Bantuan Tunai Rp 5,7 Triliun, untuk Apa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Malaysia Baru Mahathir Mohamad ditemani istri Anwar Ibrahim Wan Azizah menggelar konferensi pers usai dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia yang ke-7 di Kuala Lumpur, Malaysia, 10 Mei 2018. Mahathir Mohamad, resmi menjadi PM Malaysia ke-7 menggantikan Najib Razak. REUTERS/Lai Seng Sin

    Perdana Menteri Malaysia Baru Mahathir Mohamad ditemani istri Anwar Ibrahim Wan Azizah menggelar konferensi pers usai dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia yang ke-7 di Kuala Lumpur, Malaysia, 10 Mei 2018. Mahathir Mohamad, resmi menjadi PM Malaysia ke-7 menggantikan Najib Razak. REUTERS/Lai Seng Sin

    TEMPO.COKuala Lumpur – Pemerintah Malaysia bakal menggelontorkan paket bantuan tunai ketiga untuk sekitar empat juta warga kurang mampu senilai RM1,6 miliar atau sekitar Rp5,7 triliun.

    Baca: 

    Harga Durian di Malaysia Jatuh, Akibat Kelebihan Pasokan

     

    Paket bernama Bantuan Sara Hidup atau bantuan biaya hidup ini akan disalurkan pada 15 Agustus 2018 menjelang Hari Raya Idul Adha. Malaysia bakal merayakan Idul Adha pada 22 Agustus 2018. Pada pemerintahan PM Najib Razak, bantuan ini bernama Bantuan Rakyat 1 Malaysia.

    “Kami berharap uang ini bisa membantu rakyat membeli kebutuhan menjelang hari raya,” kata Lim Guan Eng, menteri Keuangan Malaysia, seperti dilansir Channel News Asia.

    Menurut Lim, paket bantuan pemerintah ini diberikan dengan sejumlah keterbatasan dana. Ini terjadi karena pemerintah memiliki tanggungan utang sekitar RM1 triliun atau sekitar Rp3,600 triliun, yang membesar karena terungkapnya skandal keuangan 1Malaysia Development Berhad atau 1MDB, yang merupakan perusahaan investasi pelat merah.

    Pemerintah Malaysia, seperti dilansir Reuters, mulai menyidangkan kasus dugaan penggelapan dana 1MDB dengan terdakwa Najib Razak. Dia dituding menerima uang transfer senilai Rp150 miliar dari SRC International, yang merupakan anak perusahaan 1MDB.

    Ilustrasi Ringgit Malaysia. Freemalaysiatoday.com

    Pemerintah Malaysia juga sedang mengejar sejumlah tersangka lainnya seperti pengusaha Low Taek Jho, yang diduga terlibat dalam penggelapan dana di 1MDB dan merugikan Malaysia hingga puluhan triliun rupiah. Low diketahui memiliki hubungan dekat dengan Razak.

    Baca:

     
     

    Saat ini, pemasukan pemerintah Malaysia berkurang setelah PM Mahathir Mohamad menghapus pajak Barang dan Jasa atau GST pada Juni 2018 sebagai pemenuhan janji pemilu 2018.

    GST ini dituding sebagai penyebab kenaikan harga sembako di Malaysia selama masa pemerintahan Razak, yang dikalahkan Mahathir pada pemilu Mei 2018.

    “Meskipun tidak ada pungutan GST, pemerintah tidak menjadi bangkrut seperti yang diklaim oposisi – sebaliknya kami mampu untuk terus memberikan bantuan tunai,” kata Lim.

    Politisi dari Partai DAP ini melanjutkan,”Saya ingin menekankan pemerintah akan menempuh semua cara untuk memprioritaskan kebutuhan rakyat, terutama mereka yang kurang mampu.”

    Lim juga mengatakan pemerintah akan menggunakan dana subsidi sekitar RM3 miliar atau sekitar Rp11 triliun untuk menstabilkan harga bahan bakar minyak pada kisaran RM2,2  atau Rp7,800 per liter untuk jenis RON95 dan RM2,18 atau sekitar Rp7,700 untuk solar hingga akhir tahun ini.

    Harga minyak mentah dunia telah naik 42 persen dari patokan anggaran belanja pemerintah Malaysia sekitar US$52 per barel pada tahun lalu menjadi US$74 pada tahun ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.