Selasa, 23 Oktober 2018

Trump Desak Jaksa Agung Hentikan Penyelidikan soal Rusia

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiahkan bola yang dipasangi chip pemancar kepada Presiden AS Donald Trump sehingga muncul kecurigaan chip itu untuk meretas.

    Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiahkan bola yang dipasangi chip pemancar kepada Presiden AS Donald Trump sehingga muncul kecurigaan chip itu untuk meretas.

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah berbulan-bulan mempersoalkan intervensi Rusia dalam pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2016, Presiden Donald Trump untuk pertama kali secara tegas meminta Jaksa Agung Jeff Sessions mengakhiri penyelidikannya.

    "Situasi buruk dan Jaksa Agung Jeff Sesion harus menghentikan Pencarian Orang yang Bersalah sekarang juga, sebelum hal ini membuat situasi negara kita memburuk," kata Trump melalui ciutannya di akun Twitternya, seperti dikutip dari Reuters, 2 Agustus 2018.

    Baca: Trump Serang Mueller, Sebut Ada Konflik Kepentingan Pribadi

    Sebelumnya, Trump sudah beberapa kali membuat pernyataan melalui Twiter terkait dengan penyelidikan berdasarkan temuan tim penasehat khusus yang dipimpin Robert Mueller dan partai Demokrat yang mencurigai Rusia ikut campur dalam pilpres AS pada 2016 yang memenangkan kubu Republik dan membawa Trump menjadi presiden AS.

    Trump secara terbuka mengecam penyelidikan Mueller. Di serangkaian tweetnya, Trump menyebut "TOTAL HOAX" tentang kampanye pilpres bekerja sama dengan Moskow, seperti penyelidikan Mueller.

    Trump mendesak penghentian penyelidikan kepada Session bertepatan dengan dimulainya persidangan mantan ketua tim kampanye pemilu Trump, Paul Manafort pekan ini berdasarkan hasil penyelidikan tim Mueller.

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Robert Mueller. AP Photo/Carolyn Kaster, Foto/qz.com

    Baca: Trump Mau Bubarkan Tim Mueller, Politikus Republik: Mau Lengser?

    Menurut Gedung Putih, pernyataan Trump mendesak Session untuk menghentikan penyelidikan yang dipimpin Mueller bukan sebagai perintah kepada Session, namun mengekspresikan frustasi Trump dengan lamanya pembuktikan.

    "Ini bukan perintah. Ini opini Presiden," kata Sarah Sanders, juru bicara Gedung Putih kepada wartawan.

    Sejumlah anggota parlemen AS mengatakan penghentian penyelidikan kasus keterlibatan Rusia dalam pilpres AS merupakan kesalahan.

    Tujuh senator dari kubu Republik menyatakan ketidaksetujuannya pada cuitan Trump yang mendesak Session menghentikan penyelidikan kasus dugaan keterlibatan Rusia dalam pilpres AS.

    Baca: Mueller Dakwa 13 Orang Rusia Soal Pilpres 2016, Trump Bilang Ini

    Adapun Senator Dianne Feinstein dari Komisi Hukum kubu Demokrast mengatakan, cuitan Trump yang mendesak Session menghentikan penyelidikan menunjukkan betapa Trump sangat khawatir atas hasil penyelidikan itu.

    "Dia ingin mencegahnya dengan cara yang dia bisa lakukan," kata Feinstein menanggapi perintah Trump ke Session agar menghentikan penyelidikan soal intervensi Rusia saat pilpres AS 2016. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.