Selasa, 23 Oktober 2018

Ledakan Bom di Filipina Selatan, 11 Orang Tewas

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara pemerintah beristirahat di depan sebuah bangunan yang rusak di jalan Sultan Omar Dianalan di distrik Mapandi di kota Marawi, Filipina selatan, 13 September 2017. REUTERS

    Tentara pemerintah beristirahat di depan sebuah bangunan yang rusak di jalan Sultan Omar Dianalan di distrik Mapandi di kota Marawi, Filipina selatan, 13 September 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Ledakan bom yang bersumber dari sebuah kendaraan van di wilayah selatan Filipina, Selasa, 31 Juli 2018, menewaskan 11 orang di pos militer. "Serangan ini kuat dugaan dilakukan kelompok militan yang memiliki jaringan dengan ISIS," kata pejabat keamanan Filipina, sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

    Dalam laporannya, Reuters menyebutkan korban tewas tersebut termasuk 1 orang pelaku bom bunuh diri, 1 anggota militer, 5 paramiliter, dan 4 warga sipil berikut seorang ibu dan anak.

    Baca: Pemimpin Penculikan Abu Sayyaf Tewas Dibunuh Militer Filipina

    Tentara Filipina berdiri di dekat jenazah anggota kelompok Abu Sayyaf, tewas dalam baku tembak dengan tentara pemerintah, setelah mereka menyelamatkan dua sandera Indonesia dari penculik militan Islam, di Jolo, Sulu di Filipina selatan, 7 September 2017. REUTERS

    "Serangan bom bunuh diri itu juga menyebabkan tujuh orang luka-luka," kata juru bicara militer Filipina, Kolonel Edgard Arevalo, kepada wartawan di Manila, sebagaimana diberitakan Arab News, Selasa.

    Peristiwa ledakan tersebut terjadi di Pulan Basilan, selatan Filipina. Ketika itu, sejumlah tentara menghentikan laju kendaraan dan berbicara dengan sopir van tersebut. "Sopir yang hanya sendirian itu menjawab dengan meledakkan bom yang sudah disiapkan," ujar Kolonel Arevalo.

    Sebuah akun Abu Sayyaf di Facebook, bernama Striking Group, memposting foto empat pekerja konstruksi dari Kota Zamboanga yang ditawan. inquirer.net

    Dia menambahkan, pasukan pemerintah dalam kondisi waspada tinggi setelah menerima laporan bahwa kelompok garis keras menanam bahan peledak di sekitar pulau. "Kami tidak bisa membayangkan apa yang bakal terjadi terhadap masyarakat Basilan bila kami tidak menghentikan laju kendaraan tersebut di pos penjagaan," ucapnya.

    Baca: Ketua MILF Filipina: Kami Tidak Seperti yang Disangkakan

    Pulau Basilan adalah benteng pertahanan kelompok perlawanan Abu Sayyaf yang kerap melakukan penculikan dan perampokan. Kawasan ini menjadi rumah bagi bekas emir ISIS di Asia Tenggara, yang membunuh pasukan Filipina tahun lalu setelah dilakukan perburuan selama 15 tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.