Rabu, 22 Agustus 2018

Usai Bertemu, Trump Beda Pendapat dengan Penerbit New York Times

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penerbit media New York Times, A. G. Sulzberger (kiri) dan Presiden AS, Donald Trump (kanan)

    Penerbit media New York Times, A. G. Sulzberger (kiri) dan Presiden AS, Donald Trump (kanan)

    TEMPO.CO, Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengundang penerbit media New York Times, A. G. Sulzberger, untuk datang ke Gedung Putih sekitar dua pekan lalu.

    Baca: 

    Disebut Tahu Pertemuan dengan Orang Rusia, Trump Bilang Ini

    Trump Serang Mueller, Sebut Ada Konflik Kepentingan Pribadi

    Uniknya, keduanya berbeda pernyataan mengenai isi pembicaraan mereka soal media dalam pertemuan itu.

    “Pertemuan yang bagus dan menarik di Gedung Putih dengan A. G. Sulzberger, penerbit New York Times,” kata Trump di akun Twitter @realdonaldtrump pada Ahad, 29 Juli 2018 waktu setempat.

    Trump melanjutkan,”Kami bicara banyak mengenai begitu banyak berita palsu yang dibuat media dan bagaimana berita bohong berubah menjadi ‘Musuh masyarakat’. Menyedihkan.”

    Menanggapi pernyataan Trump ini, manajemen New York Times melansir pertemuan itu merupakan usulan Trump dan bersifat pertemuan off  the record alias tidak untuk dipublikasikan.

    Namun, karena Trump telah membuka pertemuan itu ke publik, manajemen New York Times menjelaskan Sulzberger datang bersama redaktur editorial James Bennet.

    Sulzberger mengatakan dia mau bertemu Trump untuk mengangkat isu soal retorika Presiden yang sangat anti-media. Dan dia menyampaikan kepada Trump bahasa yang digunakannya memecah belah dan semakin berbahaya.

    “Saya beritahu dia bahwa frase ‘berita bohong’ itu tidak benar dan berbahaya, saya lebih prihatin dengan label yang dia buat kepada jurnalis yaitu ‘musuh masyarakat’. Saya mengingatkannya bahwa bahasa yang memanas-manasi itu meningkatkan ancaman terhadap jurnalis dan bisa memicu terjadinya kekerasan,” kata Sulzberger.

    Sulzberger mengatakan kondisi ini benar terjadi di luar negeri. Sebagian rezim menggunakan pernyataan Presidennya untuk memberangus kegiatan jurnalistik.

    “Saya mengingatkannya bahwa itu membuat nyawa orang terancam. Dan itu melemahkan nilai-nilai demokrasi bangsa kita. Itu juga mengikis ekspor terbesar bangsa kita yaitu kebebasan berpendapat dan kebebasan pers,” kata Sulzberger.

    Baca: 

    Bertanya ke Trump, Jurnalis CNN Kena Larangan Meliput, Kenapa?

    Bertanya ke Trump, Jurnalis CNN Kena Larangan Meliput, Kenapa?

    Soal pertemuan ini, Juru bicara Gedung Putih, Mercedes Schlapp, mengatakan,”Presiden bertemu dengan kru media secara rutin dan kami mengkonfirmasi pertemuan ini benar terjadi,” kata dia.

    Pada Ahad, Trump kembali mencuit dan mengecam New York Times serta Washington Post sebagai media anti-Trump. Keduanya disebut hanya menampilkan cerita buruk meskipun pemerintah memiliki pencapaian pembangunan. “Mereka tidak akan berubah,” begitu dilansir CNBC.

    Sulzberger mengambil posisi sebagai penerbit New York Times dari ayahnya Arthur Ochs Sulzberger pada Januari 2018. Sejauh ini, bisnis New York Times semakin meningkat meskipun Trump sering menyebut media ini sebagai ‘New York Times gagal’. Laba meningkat sekitar 70 persen pada kwartal pertama tahun ini.

    Segera setelah memenangkan pemilu Presiden 2016, Trump mengunjungi kantor New York Times dan menyebutnya sebagai ‘permata besar Amerika’. Saat itu, dia berharap bisa seiring dengan New York Times.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Prestasi Defia Rosmaniar Peraih Emas Pertama Indonesia

    Defia Rosmaniar punya sederet prestasi internasional sebelum meraih medali emas Asian Games 2018.