Gantikan Dolar AS, Rusia Timbun Ribuan Ton Emas

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gudang emas Rusia di Bank Sentral [Twitter Komsomolskaya Pravda/@Pravdiva_pravda]

    Gudang emas Rusia di Bank Sentral [Twitter Komsomolskaya Pravda/@Pravdiva_pravda]

    TEMPO.CO, Jakarta - Per Juni, bank sentral Rusia melaporkan bahwa Rusia mengirim 106 ton emas untuk melengkapi hampir 2.000 ton cadangan emas dalam enam bulan pertama 2018. Cadangan emas ini untuk mengganti kepemilikan obligasi Amerika Serikat.

    Dilansir dari Sputniknews, Ahad, 29 Juli 2018, cadangan emas Rusia naik menjadi 1.944 ton pada Juni 2018, setelah 500 ton cadangan emas dalam waktu sepuluh tahun lalu. Kepemilikan emas ini lebih dari 17 persen total cadangan devisa Rusia, sebagian ditopang oleh pembebanan US$ 77 miliar atau sekitar Rp 1.110 triliun obligasi, dolar Amerika, dan surat utang jangka pendek AS selama enam bulan terakhir.

    Baca: Pelatih Timnas Rusia Ejek Isu Bola Trump Disadap, Ini Katanya...

    Dalam beberapa tahun terakhir, bank-bank sentral dari sejumlah negara telah menolak praktik yang sudah lama diterima untuk menyimpan emas mereka di luar negeri. Baru-baru ini, bank sentral Turki mulai menarik emasnya dari Federal Reserve AS dan mengirimnya kembali ke Turki.

    Gudang emas Rusia di Bank Sentral [Twitter Komsomolskaya Pravda/@Pravdiva_pravda]

    Sebelum Turki, Belanda, Jerman, Austria, dan Venezuela melakukan langkah serupa, memulangkan semua atau sebagian dari cadangan emas mereka dari New York atau bank sentral Barat lainnya. Hungaria dan Belgia juga telah mempertimbangkan membawa pulang emas mereka untuk diamankan.

    Operasi repatriasi emas saat ini belum mengalami kendala. Namun pada 2013, ketika Jerman memulai melakukan proses repatriasi emasnya dari Amerika, hanya mendapat lima ton dari sekitar 300 ton emas Jerman yang dibawa pulang tahun itu, sehingga menimbulkan spekulasi bahwa Amerika menahan prosesnya.

    Ketika bank sentral Belanda meluncurkan program repatriasi, mereka melakukannya dengan diam-diam, mengambil kepemilikan emas 122,5 ton pada 2014 dan hanya mengumumkan bahwa mereka melakukannya setelah repatriasi selesai.

    Baca: Disebut Tahu Pertemuan dengan Orang Rusia, Trump Bilang Ini

    Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang mungkin merasakan masalah dengan upaya repatriasi Turki, mengusulkan tidak memakai pinjaman dolar dan mengganti pinjaman dengan emas dalam pertemuan G-20 pada April lalu.

    Rusia tidak akan terhambat memulangkan emas apa pun karena cadangannya sudah ada di negara itu. Hampir dua pertiga stok logam mulia Rusia disimpan di bank sentral Rusia di Moskow, yang dijaga ketat.

    Pada 2017, seorang jurnalis, Komsomolskaya Pravda, menjadi orang pertama yang melihat sekilas fasilitas penyimpanan Moskow, dengan deretan kontainer dan 20 batangan emas seberat 12-13 kilogram masing-masing yang disimpan di gudang seluas 17 ribu meter persegi.

    Sisa emas Rusia disimpan di St. Petersburg, dan kota Ekaterinburg di daerah Ural Rusia.

     

    Rusia berhasil masuk ke dalam lima negara induk emas pada Februari 2018, dan jika akuisisi saat ini berlanjut, Rusia akan mencapai tiga besar dalam waktu dekat. Dalam jangka panjang, negara ini dapat menduduki rekor era Soviet dengan 2.800 metrik ton emas pada 1941.

    Baca: Setelah Trump Ajak Bertemu, Putin Menyampaikan Undangan

    Rusia adalah salah satu penghasil emas terbesar di dunia. Lebih dari dua pertiga emas Rusia ditambang di wilayah Timur Jauh dan Siberia Amur, Khabarovsk, Magadan, Irkutsk, Krasnoyarsk, dan Yakutia. Sebagian besar sisanya ditambang di Ural, Karelia, dan Murmansk. Saat ini, ahli geologi memperkirakan Rusia memiliki sekitar 12.500 ton emas yang belum ditambang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.