Senin, 10 Desember 2018

Eks Pengacara Penjahat Perang Serbia Dibunuh

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dragoslav Ognjanovic [www.von.gov.ng]

    Dragoslav Ognjanovic [www.von.gov.ng]

    TEMPO.CO, Jakarta - seorang pengacara terkemuka yang membela penjahat perang Serbia, Slobodan Milosevic, tewas ditembak di Serbia.

    Dilaporkan Associated Press, 29 Juli 2018, polisi mengatakan Dragoslav Ognjanovic tewas Sabtu malam 28 Juli, di luar rumahnya di Beograd, ibukota Serbia. Polisi juga mendapati putra Ognjanovic yang berusia 26 tahun terluka di lengan kanannya.

    Baca: Pengadilan Mesir Vonis Mati 75 Orang Pro Mohamed Morsi

    Ognjanovic adalah bagian dari tim hukum yang membela Milosevic di Pengadilan untuk Kejahatan Perang, di Den Haag, Belanda, di mana dia diadili karena kejahatan perang pada perang Balkan tahun 1990-an. Milosevic meninggal karena serangan jantung pada tahun 2006 sebelum persidangan selesai.

    Sementara Kementerian Dalam Negeri Serbia, seperti dilansir Reuters, mengkonfirmasi pembunuhan ini. Dragoslav Ognjanovic ditembak di depan gedung apartemennya di lingkungan Novi Beograd. Kepolisian Serbia masih mengusut kasus ini.

    Slobodan Milosevic [Strategic Culture Foundation]

    Selama bertahun-tahun, Ognjanovic juga membela beberapa tokoh bawah tanah Serbia yang terkemuka. Beberapa anggota terkemuka jaringan kejahatan terorganisir Serbia dan Montenegro telah tewas di Beograd dalam dua tahun terakhir.

    Pendampingan hukum Ognjanovic yang terkenal adalah saat membela Mantan pemimpin Yugoslavia, Slobodan Milosevic, yang disebut "penjagal dari Balkan". Namun Milosevic ditemukan tewas Sabtu 11 Maret 2006 di sel penjara. Dia berumur 64 tahun.

    Baca: Ekuador Minta Julian Assange Keluar dari Kedutaannya di London

    Milosevic telah diadili sejak Februari 2002, didakwa atas 66 tuduhan kejahatan, termasuk genosida, di Kroasia, Bosnia dan Kosovo.

    Dia dituduh mendalangi kampanye brutal pembersihan etnis terhadap orang-orang non-Serbia selama runtuhnya federasi Yugoslavia sebagai usahanya untuk menghubungkan negara balkan dengan daerah-daerah Serbia yang didominasi Serbia dan Bosnia untuk menciptakan Serbia baru yang lebih besar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.