Trump Dorong Pembentukan Aliansi NATO Arab Hadapi Iran

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berfoto dengan sejumlah pemimpin negara-negara teluk seperti Raja Salman dari Arab Saudi dan Emir Qatar SheikhTamim Bin Hamad Al Thani. Reuters

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berfoto dengan sejumlah pemimpin negara-negara teluk seperti Raja Salman dari Arab Saudi dan Emir Qatar SheikhTamim Bin Hamad Al Thani. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintahan Trump diam-diam mendorong pembentukan aliansi keamanan dan politik dengan enam negara Teluk Arab termasuk Mesir dan Yordania yang diberi nama NATO Arab.

    Aliansi Amerika Serikat dengan negara-negara Islam Sunnih ini dibentuk dengan tujuan menghadapi serangan Iran yang meluas di kawasan negara-negara sekutu Amerika Serikat. Hubungan Amerika dan Iran semakin memburuk sejak Donald Trump menjadi presiden AS dan menarik diri dari perjanjian kesepakatan pembatasan nuklir Iran tahun 2015 pada Mei 2018.

    Baca: Hadapi Iran, Donald Trump Kirim Senjata ke Arab Saudi

    Laporan Reuters, Sabtu, 28 Juli 2018 menjelaskan, Gedung Putih ingin semakin mempererat kerja sama antar negara-negara itu dalam bidang pertahanan udara, pelatihan militer, menghadang terorisme, memperkuat perekonomian kawasan dan diplomasi.

    Sejumlah sumber mengatakan, Aliansi Strategis Timur Tengah atau MESA akan mendiskusikan pembentukan aliansi NATO Arab dalam pertemuan puncak mereka yang dijadwalkan berlangsung di Washington pada 12-13 Oktober mendatang.

    Arab Saudi mengangkat ide pembentukan pakta keamanan saat Trump berkunjung ke Arab Saudi tahun lalu. Saat itu Trump justru mengumumkan tentang kesepakatan penjualan senjata secara besar-besaran ke Arab Saudi. 

    Presiden Donald Trump bersama dengan Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman di Gedung Putih, Washington, 20 Maret 2018. REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo

    Baca: Trump: Jika Saudi Membayari, Kami Tetap di Suriah

    "MESA akan melayani seperti benteng melawan agresi Iran, terorisme, ekstrimisme, dan akan menghadirkan stabilitas di Timur Tengah," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih.

    Sudah beberapa kali inisiatif pembentukan aliansi yang lebih formal dengan negara-negara Teluk dan sekutu Arab dimunculkan, namun gagal.

    Laporan Washington Post 17 Mei 2017 menyebutkan, ide membentuk NATO Arab sudah bertahun-tahun lamanya disuarakan. Arab Saudi selalu memberikan dukungan kuatnya untuk mewujudkannya. Namun, AS menutup pintu untuk membahas aliansi NATO Arab. Hingga kemudian saat Trump berkunjung ke Arab Saudi pada Mei 2017, gagasan itu diam-diam intens dibahas dengan melibatkan Menteri Luar Negeri AS saat itu, Rex Tillerson.

    Menanggapi pembentukan NATO Arab dan rencana pertemuan tingkat tinggi sekutu-sekutu AS di WashinGton Oktober mendatang, tidak ditanggapi oleh juru bicara Trump.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.