Di Austria, Pembeli Daging Halal dan Kosher Kini Harus Mendaftar

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daging Kosher [i24NEWS]

    Daging Kosher [i24NEWS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Lower Austria, Johanna Mikl-Leitner, telah mengeluarkan peraturan yang mewajibkan pembeli untuk mendaftar jika ingin mendapatkan daging halal atau kosher di wilayah tersebut. Johanna menekankan bahwa kebebasan beragama adalah nilai utama, tetapi juga menunjukkan bahwa perlindungan hewan sangat penting.

    "Itu sebabnya harus ada peraturan khusus," kata Johanna, seperti dilansir dari Sputniknews, 20 Juli 2018.

    Peraturan ini mengundang kecaman dari pihak bersangkutan. Duta Besar Austria untuk Israel juga mencoba untuk mendinginkan perdebatan, menjanjikan bahwa pihak berwenang setempat akan bekerja dengan masyarakat untuk mencari solusi terbaik.

    Baca: Muslim Austria Menolak Penutupan Masjid dan Pengusiran Imam

    Otoritas negara bagian ini dan Departemen Perlindungan Lingkungan regional telah menghadapi serangan balik setelah surat kabar Austria Wiener Zeitung melaporkan, mengutip kepala Komunitas Budaya Israel (IKG), di Wina Oskar Deutsch, bahwa mereka telah mengusulkan pedoman penyembelihan baru.

    Peraturan baru mengusulkan pelarangan ekspor daging yang disembelih halal dari negara, serta membatasi akses ke daging halal bagi mereka yang menjalankan Yudaisme dan Muslim. Deutsch menyatakan ketakutan bahwa di masa depan orang Yahudi hanya akan diizinkan untuk membeli daging halal jika mereka sudah mendaftar sebelumnya.

    Baca: Turki Kritik Austria terkait Kebijakan Soal Radikalisme Agama

    Sehubungan dengan larangan yang diusulkan, ia mengangkat "paragraf Aria terkenal" yang ada selama era Nazi, yang meminta orang Yahudi untuk mencabut hak-hak mereka. Komunitas Islam juga menolak aturan pendaftaran pembeli, yang menyatakan bahwa daftar tersebut tidak dapat diterima dan orang-orang akan distigmatisasi karena agama mereka.

    Inspektur Kosher, Aaron Wulkan, memeriksa lemari es etalase yang berisi daging di toko makanan untuk memastikan bahwa makanan disimpan dan disiapkan sesuai dengan peraturan dan kebiasaan Yahudi di Bat Yam, Israel, 31 Oktober 2016.REUTERS / Baz Ratner

    Menteri Lingkungan Hidup Austria, Gottfried Waldhäusl, yang sebelumnya membela pedoman yang penyembelihan yang diusulkan, menyatakan kepada Wiener Zeitung bahwa rencana untuk membuat daftar orang Yahudi adalah kesimpulan dari Presiden IKG Deutsch dan bukan kehendaknya. Waldhäusl memastikan bahwa tidak akan ada pendaftaran orang Yahudi. Pada saat yang sama ia dengan gigih menentang pengangkutan hewan ke negaranya dari negara dan wilayah lain untuk disembelih.

    Dalam sebuah surat yang dikirimkan ke sebuah organisasi komunitas Yahudi di Austria, Menteri Gottfried Waldhäusl mengindikasikan bahwa ia berbagi masalah hak-hak hewan tetapi tidak akan mencari larangan umum atas daging halal dan kosher. Kebebasan beragama adalah "tentu saja sesuatu yang seharusnya tidak pernah dipertanyakan," tulisnya dalam surat itu, seperti dikutip dari Washington Post.

    Orang Yahudi dan Muslim masih akan diizinkan untuk membeli makanan halal dan kosher, tetapi hanya jika mereka dapat membuktikan bahwa mereka tinggal di Lower Austria dan menjadi anggota komunitas agama mereka. Penjualan akan dibatasi untuk sejumlah daging per minggu. Secara efektif, ini berarti bahwa restoran tidak lagi dapat menawarkan opsi halal atau kosher.

    Baca: Meredam Radikalisme Agama, Austria Keluarkan Kebijakan Ini

    Seorang juru bicara untuk Komunitas Agama Islam di Austria (IGGÖ), sebuah organisasi yang membela kepentingan agama Muslim Austria, menyampaikan kritik dari asosiasi Yahudi pada minggu ini, mengatakan bahwa isu ini membawa kembali "kenangan dari salah satu bab tergelap dalam sejarah sekarang ini."

    Di Austria, metode penyembelihan dengan prosedur agama hanya dapat dilakukan di rumah jagal yang disetujui secara khusus dan di hadapan dokter hewan. Di negara tetangga Jerman ini, penyembelihan dengan cara agama umumnya dilarang, meskipun izin khusus dapat dikeluarkan. Produksi daging halal dan kosher dianggap kejam oleh para aktivis hak-hak binatang, seperti Yudaisme dan Islam mengharuskan orang percaya hanya makan daging dari hewan yang tenggorokannya dipotong ketika mereka sadar. Hewan yang disembelih juga harus benar-benar mengeluarkan darah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.