Swedia Larang Imigran Berpoligami

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Parlemen Eropa dari Swedia, Jytte Guteland, menggendong bayinya saat pemungutan suara di Parlemen Eropa, Strasbourg, Prancis, 14 Maret 2017. REUTERS/Vincent Kessler

    Anggota Parlemen Eropa dari Swedia, Jytte Guteland, menggendong bayinya saat pemungutan suara di Parlemen Eropa, Strasbourg, Prancis, 14 Maret 2017. REUTERS/Vincent Kessler

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kehakiman Swedia tengah mempertimbangkan membentuk penyelidikan lengkap untuk mengakhiri praktek poligami sehubungan masuknya imigran pencari suaka.

    Praktik poligami banyak dilakukan oleh imigran dari negara-negara Islam yang menerima suaka di Swedia. Meskipun ada undang-undang yang telah dibuat pemerintah Swedia, namun para pencari suaka datang dengan banyak istri.

    Baca: Poligami Dibolehkan, Pemuda Arab Saudi Menolak

    Investigasi pemerintah berusaha untuk menentukan implikasi hukum seputar kasus poligami di Swedia. Beberapa ratus pernikahan poligami dilaporkan terdaftar di pemerintahan Swedia.

    Menurut Helen Fritzon, menteri imigrasi Swedia dan wakil menteri kehakiman, penyelidikan itu juga bertujuan untuk mencegah kelanjutan dari praktek poligami. 

    “Poligami tidak akan diakui di Swedia, dan kita perlu menganalisis kesenjangan dalam undang-undang yang memungkinkannya. Poligami menentang kesetaraan jender, dan, menurut PBB, dapat menimbulkan konsekuensi emosional dan ekonomi yang serius,” kata Fritzon dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kementerian kehakiman, Kamis, 19 Juli 2018. 

    Baca: Pengadilan Kanada Hukum Pemimpin Agama karena Punya 25 Istri

    Laporan Russia Today pada 19 Juli 2018 menjelaskan, meskipun poligami ilegal di Swedia, namun kehidupan perkawinan semacam itu diakui oleh pemerintah jika pasangan tersebut menikah di negara yang memperbolehkannya.

    Tetapi poligami bukan satu-satunya tabu sosial yang dibawa para imigran ke Swedia. Pada Maret 2016, setidaknya 70 anak perempuan yang menikah di bawah usia 18 ditemukan di pusat suaka di Swedia, termasuk di kota-kota besar seperti Stockholm dan Malmo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.