Senin, 24 September 2018

Turki Peringati Tahun Kedua Kudeta

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpidato dengan latar belakang monumen peringatan korban kudeta militer di Ankara, Turki, 16 Juli 2017. Ratusan ribu warga menghadiri peringatan kudeta militer yang terjadi pada 15 Juli 2016. AP

    Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpidato dengan latar belakang monumen peringatan korban kudeta militer di Ankara, Turki, 16 Juli 2017. Ratusan ribu warga menghadiri peringatan kudeta militer yang terjadi pada 15 Juli 2016. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Turki memperingati tahun kedua kudeta pada Juli 2016 yang diduga dilakukan oleh Organisasi Teroris Fetullah (FETO). Salah satu kegiatan peringatan tahun kedua kudeta berlangsung di Kedutaan Besar Turki di Washington, Amerika Serikat, Ahad 15 Juli 2018, waktu setempat.

    Menurut laporan kantor berita Anadolu, acara diawali dengan mengheningkan cipta selama satu menit, selanjutnya peserta upacara menyanyikan lagu kebangsaan nasional Turki.

    Baca: Turki Jatuhkan Hukuman Seumur Hidup kepada 104 Terdakwa Kudeta

    TURKI PASCA-KUDETA

    Dalam pidatonya, Duta Besar Turki untuk AS Serdar Kilic mengatakan, pemimpin Turki yang dipilih sesuai konstitusi dan secara demokratis mendapatkan serangan dalam aksi kudeta oleh kelompok FETO. "Kudeta yang mereka lancarkan dilawan oleh rakyat Turki," ucapnya seperti dikutip kantor berita Anadolu.

    Sementara itu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingati tahun kedua kudeta dengan cara mengikuti kegiatan keagamaan di sebuah masjid di Ankara, Ahad, sebelum menjadi tuan rumah makan siang bagi keluarga korban kudeta di Istana Presiden.26.3_inter_FethullahGulen

    Gulf Times mengatakan dalam laporannya, pemerintah Turki menetapkan 15 Juli sebagai hari libur nasional sekligus peringatan hari kudeta di negeri itu. "Kami tidak akan melupakan dan tidak lupa peristiwa tersebut," kata Erdogan dalam pidato sambutan makan siang di depan keluarga korban kudeta.

    Baca: Turki Menahan 92 Guru Diduga Terkait Jaringan Gulen

    Pada 15 Juli 2016, FETO dan pemimpin yang tinggal di pengasingan Amerika Serikat Fetullah Gulen dituding berada di balik kudeta berdarah di Turki. Akibat aksi tersebut setidaknya 251 orang tewas dan sedikitnya 2.200 orang cedera. Tudingan pemerintah Turki dibantah Gulen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep