Senin, 10 Desember 2018

Pencuri Cokelat Bayar Hasil Curian Setelah 43 Tahun

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Surat pencuri cokelat.[Twitter Belle Vale Shopping/@BelleValeSC]

    Surat pencuri cokelat.[Twitter Belle Vale Shopping/@BelleValeSC]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pusat Perbelanjaan Belle Vale di Liverpool, Inggris, telah berbagi cerita mennyentuh setelah seseorang yang mencuri cokelat puluhan tahun lalu memutuskan untuk menebus kesalahannya.

    Dilansir dari Skynews, 15 Juli 2018, pencuri yang bersalah telah meminta maaf karena mengutil dua batang cokelat dari toko Woolworths 43 tahun yang lalu.

    Sebuah surat permintaan maaf yang ditulis tangan dan tanpa nama yang berisi uang 5 pounsterling atau sekitar Rp 95 ribu, dikirim ke Pusat Perbelanjaan Belle Vale di Liverpool, yang mengejutkan para staf.

    Baca: Krisis Cokelat Ciptakan Cita Rasa Baru Cokelat Plus Hazelnut

    "Saya mencuri dua batang cokelat dari Woolworths di pusat perbelanjaan Anda pada tahun 1975, ketika saya masih kecil," tulis pengirim dalam suratnya.

    "Aku minta maaf, aku tidak tahu ada yang lebih baik dari ini, uang yang saya titipkan ke Anda untuk membayar utang saya ke mereka."

    Surat pencuri cokelat.[Twitter Belle Vale Shopping/@BelleValeSC]

    Pusat perbelanjaan membagikan gambar surat dan uang ke Twitter pada Jumat 13 Juli dengan kata-kata, "Memulihkan keyakinan kita dalam kemanusiaan. Terima kasih."

    Karena Woolworths tidak lagi dalam bisnis, uang itu akan disumbangkan untuk amal yang dipilih oleh pihak pusat perbelanjaan, yakni rumah bayi Zoe's Place.

    Pusat Perbelanjaan Belle Vale di Liverpool, Inggris.[Skynews]

    Baca: Chocolate Lava Awalnya Resep yang Gagal, Kini Populer di Dunia

    "Pada saat perpecahan, sangat bagus untuk melihat tindakan kebaikan yang memulihkan iman dalam kemanusiaan," kata juru bicara pusat perbelanjaan.

    "Pusat Perbelanjaan Belle Vale ingin berterima kasih kepada pencuri cokelat dan menerima permintaan maafnya. Ini adalah pesan positif yang patut dibagikan untuk mendorong semua orang menjadi baik," lanjut pihak pusat perbelanjaan di Inggris


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.