Selasa, 25 September 2018

Cina Luncurkan 2 Kapal Penghancur Sekaligus

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal perang Inggris HMS Sutherland berlayar ke Laut Cina Selatan untuk peringatkan Beijing tentang kebebasan berlayar di perairan yang dipersengketakan Cina dan beberapa negara.

    Kapal perang Inggris HMS Sutherland berlayar ke Laut Cina Selatan untuk peringatkan Beijing tentang kebebasan berlayar di perairan yang dipersengketakan Cina dan beberapa negara.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Cina baru saja memperkuat angkatan laut dengan dua buah kapal penghancur berbobot masing-masing 13 ribu ton tipe 055 yang dilengkapi dengan rudal presisi.

    “Ini merupakan kapal tempur paling berbahaya dan terbesar di Asia,” begitu dilansir CNN, Sabtu, 14 Juli 2018.

    Baca: 
    Jual Perangkat Anti-Kapal Selam, Pengusaha Cina Ditangkap AS
    Cina Kembangkan Kapal Survei Pipa Bawah Laut Pertama

    Menurut analis Timothy Heath dari Rand Corp, kapal ini memiliki desain canggih, fitur senyap yang membuatnya sulit terdeteksi, radar canggih, dan ruang rudal yang besar. Kapal penghancur ini jauh lebih besar daripada kapal sejenis milik Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan.

    Peluncuran dua kapal tempur berukuran besar sekaligus ini, menurut Heath, menunjukkan kemampuan Beijing memproduksi kapal canggih dengan segera, yang tidak bisa ditandingi bangsa lain. Ini juga mencerminkan rencana Cina menguasai lautan.

    Baca: 
    Cina Uji Kapal Induk Kedua, Sekutu AS Waspada
    Cina Punya Senjata Laser Mirip di Film Star Wars

    China Daily melansir kapal penghancur tipe 055 ini menggandakan kemampuan senjata dari tipe 052D, yang sebelumnya merupakan kapal penghancur terbesar dan terkuat milik AL PLA.

    Peluncur rudal di kapal ini mampu mengarahkan rudal ke sejumlah target, seperti pesawat musuh, kapal musuh, dan kapal selam. “Kapal penghancur ini dirancang untuk mengawal kapal induk saat perjalanan jauh, misalnya ke Timur Tengah,” kata Heath.

    Menurut Peter Layton, bekas perwira Australia dan bertugas di Griffith Asia Institute, dua kapal baru ini memungkinkan Cina  membangun armada biru yang bisa beroperasi jauh dari rumah. “Kapal ini mendemonstrasikan kekuatan, prestise, dan kebesaran dari partai berkuasa Cina,” ujar Layton.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Haringga Sirla, Korban Ketujuh Ricuh Suporter Persib dan Pesija

    Haringga Sirla menjadi korban ketujuh dari perseteruan suporter Persib versus Persija sepanjang 2012 sampai 2018.