Senin, 17 Desember 2018

Cerita Penyelam Inggris yang Temukan 12 Anak Terjebak di Gua

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Richard Stanton (kiri) dan John Volanthen tiba di Mae Sai, provinsi Chiang Rai, di Thailand bagian utara, Selasa, 3 Juli 2018. Ke-12 anak laki-laki dan pelatih sepak bola ditemukan di gua yang sebagian banjir di Thailand utara setelah 10 hari terjebak.[AP]

    Richard Stanton (kiri) dan John Volanthen tiba di Mae Sai, provinsi Chiang Rai, di Thailand bagian utara, Selasa, 3 Juli 2018. Ke-12 anak laki-laki dan pelatih sepak bola ditemukan di gua yang sebagian banjir di Thailand utara setelah 10 hari terjebak.[AP]

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyelam profesional asal Inggris, Rick Stanton, mengklaim bukan seorang pahlawan. Stanton adalah orang pertama yang menemukan ke-12 anak satu tim sepak bola sekolah dan pelatihnya yang terjebak di dalam Gua Tham Luang, Provinsi Chiang Rai, Thailand.

    Dalam sebuah acara jumpa wartawan setiba di bandar udara Heathrow, London, Inggris, pada Jumat, 13 Juli waktu setempat, Stanton menceritakan dia bersama rekannya sesama penyelam, John Volanthen, menemukan ke-12 anak dan pelatih sepak bola mereka terjebak di dalam gua setelah sembilan hari dinyatakan hilang.

    "Kami tentu saja sangat gembira dan lega sewaktu menemukan mereka dalam keadaan hidup. Mereka dalam kondisi mulai kehabisan energi. Kami menghitung jumlah mereka dan kami menemukan 13 orang dalam kondisi masih hidup dan secara keseluruhan sehat. Sulit dipercaya," kata Stanton.

    Baca: Kenang Misi Penyelamatan, Gua Thailand akan Diubah Jadi Museum

    Petugas penyelamat membawa korban yang terjebak dalam Gua Tham Luang, Provinsi Chiang Rai, Thailand, 11 Juli 2018. Tim penyelamat membawa para remaja itu setelah memberikan obat penenang agar tidak panik ketika melewati lorong-lorong gua yang sempit dan gelap. THAI NAVY SEAL/via REUTERS

    Baca: Penyelamatan Remaja Gua Thailand jadi Rebutan Dua Rumah Produksi

    Dia menceritakan, saat pertama kali ditemukan, ke-12 anak dan pelatih tim sepak bola sekolah mereka, dia memberikan senter agar mereka mendapatkan sedikit cahaya. Saat meninggalkan gua, Stanton hanya berfikir bagaimana cara mengeluarkan mereka sehingga ketika keluar dari dalam gua perasaannya berkecamuk antara lega dan kegelisahan mencari cara mengeluarkan mereka.

    Stanton menolak menjelaskan secara rinci upaya penyelamatan ke-12 anak dan pelatih sepak bola mereka karena terlalu detail. Dia hanya menekankan, hal terpenting adalah memasang helm selam yang memungkinkan para anak-anak tersebut bernafas dan cukup rileks sehingga tidak gugup saat proses penyelamatan.

    "Ada banyak kekacauan, tetapi kami fokus pada tugas dan mengerjakannya selangkah demi selangkah hingga kami akhirnya mencapai kesuksesan. Apakah kami ini pahlawan? Tidak, kami hanya menggunakan bakat yang unit ini (menyelam) yang bisa kami gunakan untuk kepentingan kami dan kadang kami gunakan untuk beramal pada komunitas masyarakat," kata Stanton, seperti dikutip dari situs CNN.com pada Sabtu, 14 Juli 2018.

    Upaya penyelamatan ke-12 anak dan pelatih tim sepak bola sekolah ini mendapat perhatian dunia luas karena tingginya tantangan untuk mengeluarkan mereka hidup-hidup. Gua Tham Luang, dalam kondisi banjir, berlumpur, gelap dan kontur gua yang berbentuk seperti labirin-labirin sempit. Penyelam asal Angkatan Laut Thailand, Saman Kunan, dalam operasi ini meninggal dunia karena kehabisan oksigen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".