Selasa, 25 September 2018

Kunjungi London, Trump Awali dengan Kritik Keras PM Inggris

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbincang dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May di Chequers di Buckinghamshire, Inggris, 13 Juli 2018. REUTERS/Kevin Lamarque

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbincang dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May di Chequers di Buckinghamshire, Inggris, 13 Juli 2018. REUTERS/Kevin Lamarque

    TEMPO.CO, London – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengkritik keras Perdana Menteri Inggris, Theresa May, soal proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau yang dikenal sebagai Brexit, yang masih berlangsung.

    Trump malah memuji bekas menteri luar negeri, Boris Johnson, yang baru saja mengundurkan diri bersama dua menteri lainnya. Ketiga menteri itu memprotes kebijakan Theresa May, yang mereka nilai kurang tegas terhadap Uni Eropa dalam membuat perjanjian kerja sama pasca Brexit.

    Baca: 

    Wali Kota London: Demo Anti-Trump Harus Damai

    KTT NATO, Trump: Saya Ingin Perdamaian Dunia, Hapus Nuklir

    “Kesepakatan yang dia buat berbeda dengan keinginan rakyat yang ingin Brexit,” kata Trump dalam wawancara dengan tabloid Inggris, The Sun, seperti dikutip CNN, Jumat, 23 Juli 2018.

    Trump melanjutkan,“Saya sebenarnya mengatakan kepada May bagaimana cara melakukannya tapi dia tidak setuju. Dia tidak mendengarkan saya. Dia ingin mengambil rute berbeda. Saya bisa mengatakan dia mengambil rute yang benar-benar berlawanan.”

    Baca: 

    Misi Penyelamatan Thailand Sukses, Ini Kata Trump, Mou dan FIFA

    Trump Ultimatum NATO

    Wawancara Trump dengan wartawan The Sun sebenarnya hanya dijadwalkan selama 10 menit namun berkepanjangan hingga 28 menit. Seperti dilansir The Guardian, wawancara itu turun dengan judul bombastis “May Telah Merusak Brexit, AS Membatalkan Perjanjian Dagang”.

    Media CNN melansir ucapan Trump yang blak-blakan itu menunjukkan dua hal yaitu dia tidak mempedulikan sikap ramah tamah terhadap terhadap pemimpin negara lain. Kedua, itu menunjukkan Trump suka menimbulkan perselisihan dimanapun dia pergi sekadar untuk mempertahankan citra politik dirinya yang suka bicara lugas.

    “Tindakan itu juga merupakan contoh terkini mengenai Trump yang suka mengkritik dan menghina pimpinan sekutu namun mau berbaik-baik dengan tokoh negara lain yang bercitra sebagai orang kuat seperti Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un,” begitu dilansir CNN.

    Dalam wawancara itu, Trump menyebut Boris Johnson sebagai seorang bertalenta yang berbakat menjadi seorang PM hebat. Trump mengaku sedih dan terkejut melihat Johnson mengundurkan diri pada awal pekan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Haringga Sirla, Korban Ketujuh Ricuh Suporter Persib dan Pesija

    Haringga Sirla menjadi korban ketujuh dari perseteruan suporter Persib versus Persija sepanjang 2012 sampai 2018.