Senin, 17 Desember 2018

Sulit Cari Tambang Baru, Industri Emas Dunia Terancam

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Customer service butik Logam Mulia (LM) menunjukkan emas batangan bergambar seekor anjing saat diluncurkan di Jakarta, 18 Januari 2018. Dalam rangka menyambut Imlek, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) merilis emas batangan bertemakan Imlek 2569 seberat 88 gram yang bergambar shio anjing. ANTARA

    Customer service butik Logam Mulia (LM) menunjukkan emas batangan bergambar seekor anjing saat diluncurkan di Jakarta, 18 Januari 2018. Dalam rangka menyambut Imlek, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) merilis emas batangan bertemakan Imlek 2569 seberat 88 gram yang bergambar shio anjing. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -Kelompok masyarakat pemasok emas bagi dunia berada di zona merah. Pasalnya, jumlah logam berharga itu terus menurun dan tidak ada penggantinya.

    Dikutip dari situs rt.com pada Kamis, 12 Juli 2018, perusahaan-perusahaan pertambangan kesulitan mencari cadangan tambang emas yang baru untuk mengganti tambang-tambang emas yang sudah lama. Industri pertambangan Afrika Selatan yang sudah berusia 140 tahun saat ini menghadapi krisis besar. Industri tambang emas Afrika Selatan pernah menjadi yang terbesar di dunia.

    "Kita semua telah membicarakan bagaimana produksi emas meningkat setiap tahun. Namun saya rasa masa-masa itu sudah berlalu," kata Nick Holland, CEO Gold Fields, sebuah produsen emas terbesar di Afrika Selatan.

    Baca: Tambang Emas di Aceh, Warga Kalimantan Barat Tewas Tertimpa Batu  

    Seorang pekerja menunjukan batu yang mengandung emas di pertambangan di Villanueva, Nikaragua, 14 Desember 2017. REUTERS/Oswaldo Rivas

    Baca: Rebutan Tambang Emas, Hutan Banyuwangi Jadi Korban

    Pandangan serupa disampaikan oleh Rudy Fronk, CEO Seabridge Gold. Dia mengatakan puncak kejayaan emas menghadapi kenyataan baru dalam bisnis emas dengan cadangan-cadangan emas lebih cepat habis ketimbang muncul pengganti cadangan tersebut.

    "Jika Anda melihat pada era 70-an, 80-an dan 90-an, dalam setiap sepuluh dekade, industri emas menemukan pernah menemukan lebih dari 50 juta ons cadangan emas, dan lima sampai 10 juta ons cadangan emas," kata ahli pertambangan, Pierre Lassonde, yang juga berpandangan masa kejayaan emas sudah lewat.

    Sedangkan Kevin Dushnisky, Presiden Barrick Gold, berpandangan anjloknya tingkat produksi emas karena sedikitnya penemuan cadangan-cadangan emas baru. Emas adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dan memerlukan waktu lama untuk dapat diekstraksi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".