Selasa, 25 September 2018

Korban Tewas Banjir di Jepang Naik Jadi 200 Orang

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Toyota Motor yang terendam di area banjir di Kota Mabi di Kurashiki, Prefektur Okayama, Jepang, 9 Juli 2018. REUTERS/Issei Kato

    Mobil Toyota Motor yang terendam di area banjir di Kota Mabi di Kurashiki, Prefektur Okayama, Jepang, 9 Juli 2018. REUTERS/Issei Kato

    TEMPO.CO, Jakarta - Cuaca buruk masih menjadi ancaman serius bagi Jepang sehingga Negara Sakura itu harus segera mencari jalan untuk menanggulangi bencana. Hujan lebat yang terus-menerus di wilayah barat Jepang hingga menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor telah menewaskan 200 orang.

    Wilayah barat Jepang lumpuh sejak sepekan lalu karena banjir bandang dan tanah longsor. Beruntung, banyak komunitas-komunitas masyarakat selama berpuluh tahun tinggal di lereng-lereng gunung dan sampai berita ini diturunkan sebagian besar dari mereka selamat dari badai.

    Cuaca buruk dalam beberapa tahun terakhir semakin sering terjadi di Jepang. Hal ini meningkatkan pertanyaan mengenai dampak pemanasan global. Puluhan orang tewas dalam musibah serupa tahun lalu.

    "Ini fakta yang tak terbantahkan bahwa bencana ini karena hujan lebat yang belum pernah terjadi sebelumnya yang muncul lebih sering dalam beberapa tahun belakangan. Menyelamatkan nyawa adalah tugas terbesar negara," kata Kepala Sekertaris Kabinet, Yoshihide Suga, seperti dikutip dari Reuters, Kamis, 12 Juli 2018.

    Baca:Banjir di Jepang, Korban Tewas Bertambah Jadi 64 Orang

    Korban banjir beristirahat di pusat evakuasi di sekolah dasar Okada, Kurashiki, Prefektur Okayama, Jepang, Rabu, 11 Juli 2018. REUTERS/Issei Kato

    Baca: Banjir Jepang Semakin Parah, Shinzo Abe Tinjau Lokasi

    Suga mengatakan pihaknya menyadari harus mengambil langkah-langkah untuk mengurangi kerusakan akibat bencana seperti yang dialami Jepang saat ini. Sayang, Suga tidak menjelaskan lebih rinci langkah apa yang dimaksud.

    Sudah hampir sepekan lebih dari 200 ribu kepala keluarga tidak mendapat pasokan air bersih setelah badai menerjang. Musibah ini juga telah membuat ribuan orang kehilangan tempat tinggal.

    Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mengunjungi Kurashiki, salah satu wilayah terparah yang terkena bencana banjir dan tanah longsor. Dia berjanji akan menurunkan bantuan segera. Lebih dari 70 ribu personil militer, aparat kepolisian dan pemadan kebakaran diterjunkan untuk mencari jasad yang tertutup puing-puing bangunan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Haringga Sirla, Korban Ketujuh Ricuh Suporter Persib dan Pesija

    Haringga Sirla menjadi korban ketujuh dari perseteruan suporter Persib versus Persija sepanjang 2012 sampai 2018.