Senin, 17 Desember 2018

Jurnalis Kurdi: Mossad Gagalkan Pembunuhan Pemimpin Arab

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Mossad. i24news.tv

    Logo Mossad. i24news.tv

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas intelijen Israel, Mossad, menggagalkan upaya pembunuhan terhadap 160 bekas pemimpin Arab. Keterangan tersebut disampaikan jurnalis Kurdi di Israel, Mahdi Majeed.

    "Saya mendapatkan informasi dari dokumen rahasia intelijen yang kelak akan diungkap," kata Majeed tanpa menyebutkan tanggal rencana pembunuhan atau bagaimana cara Mossad menggagalkan aksi tersebut.

    Baca: Eks Kepala Mossad: Netanyahu Perintahkan Serang Iran pada 2011

    Mantan Direktur Mossad, Tamir Pardo, saat tiba di rapat kabinet mingguan di Yerusalem, 22 Februari 2015.[AP/Ronen Zvulun]

    "Tanpa Mossad Israel, separuh pemimpin Arab bakal masuk kubur," ucap Majeed melalui akun Twitter.

    "Hari ini, saya melihat dokumen intelijen yang akan segera dirilis ke pers dan media. Dokumen itu menyatakan Mossad telah menggagalkan upaya pembunuhan terhadap lebih dari 160 bekas pemimpin Arab," tuturnya, seperti dikutip Middle East Monitor.

    Meir Dagan, mantan ketua Mossad. REUTERS/Yonathan Weitzman

    Majeed sempat menerbitkan sebuah foto dirinya bersama Menteri Intelijen Israel Yisrael Katz dengan keterangan mengenai operasi intelijen mencegah pembunuhan terhadap pemimpin Arab.

    Baca: Mossad Curi Dokumen Nuklir Iran, Diselundupkan ke Israel

    Mossad secara resmi melakukan perjanjian dengan sejumlah badan intelijen Arab, termasuk dengan Yordania, Mesir, Maroko, dan beberapa negara Teluk Arab.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".