Senin, 23 Juli 2018

Bom Bunuh Diri Taliban Tewaskan Politikus Sekuler Pakistan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang membawa peti mati korban pemboman bunuh diri untuk dimakamkan di Peshawar, Pakistan, Rabu, 11 Juli 2018.[AP Photo / Muhammad Sajjad]

    Orang-orang membawa peti mati korban pemboman bunuh diri untuk dimakamkan di Peshawar, Pakistan, Rabu, 11 Juli 2018.[AP Photo / Muhammad Sajjad]

    TEMPO.CO, JakartaTaliban Pakistan, Rabu, 11 Juli 2018, mengklaim bertanggung jawab atas pengeboman bunuh diri pada Selasa malam saat kampanye politik, yang menewaskan seorang politikus sekuler dan 20 lainnya, tepat dua minggu sebelum pemilihan umum Pakistan.

    Mohammad Khurasani, juru bicara Taliban Pakistan, seperti dilaporkan Associated Press, 12 Juli 2018, membenarkan kelompok militan Taliban menargetkan kampanye Partai Nasional Awami di Kota Peshawar di barat laut Pakistan. Serangan menewaskan Haroon Ahmed Bilour, seorang calon di dewan legislatif provinsi. Selain 21 korban tewas, 65 orang lain terluka.

    Baca: Ghani: Afganistan Batalkan Gencatan Senjata dengan Taliban

    Ekstremis Islam makin membenci Partai Nasional Awami ketika memerintah Provinsi Khyber Pakhtunkhwa—Peshawar adalah ibu kota provinsinya—dari 2008 hingga 2013. Selama kurun tersebut, militer melancarkan serangan besar terhadap militan di Provinsi Lembah Swat. Para militan Taliban membalasnya dengan melakukan gelombang serangan menjelang pemilihan 2013, yang menewaskan ratusan pendukung Partai Nasional Awami.

    Haroon Ahmed Bilour.[RFE/RL]

    Ayah Haroon Ahmed Bilour, yang merupakan pemimpin senior Partai Nasional Awami, Bashir Bilour, juga tewas dalam serangan bom bunuh diri pada akhir 2012, menjelang pemilihan umum Pakistan.

    Taliban Pakistan, kelompok yang terdiri atas beberapa kelompok militan dan sektarian, telah berperang melawan negara Pakistan selama lebih dari satu dekade, mengutuk Partai Nasional Awami.

    "Partai Nasional Awami yang anti-Islamisme tidak bisa bersembunyi dari siapa pun, dan partai sekuler ini banyak yang menjadi menewaskan anggota kelompok Muslim selama pemerintahan sebelumnya," kata juru bicara militan, Mohammad Khurasani, seperti dikutip dari Reuters.

    Bashir Ahmed Bilour.[SamaaTV]

    Haroon Bilour diyakini memenangi kursi majelis provinsi pada Juli mendatang. Secara keseluruhan, kekerasan di Pakistan telah menurun dalam beberapa tahun terakhir setelah beberapa serangan militer terhadap kubu militan di barat laut.

    Baca: Taliban Tolak Berdamai, Afganistan Akhiri Gencatan Senjata

    Namun banyak gerilyawan Taliban yang melarikan diri ke negara tetangganya, Afghanistan. Selain itu, Islamabad mengatakan mereka melancarkan serangan kembali ke Pakistan. Sebelumnya, Selasa, 10 Juli, militer Pakistan mengumumkan akan mengerahkan 371 ribu pasukan untuk memastikan pemilihan yang damai, adil, dan bebas pada 25 Juli mendatang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Zainul Majdi Memihak Prabowo di Pilpres 2014, Kini Memilih Jokowi

    Tuan Guru Bajang Zainul Majdi memberi dukungan pada Jokowi untuk Pemilihan Presiden 2019. Padahal ia dan dua tokoh ini sebelumnya mendukung Prabowo.