Senin, 23 Juli 2018

Hapus Sedotan Plastik pada 2020, Starbucks akan Pakai Ini

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Starbucks.[starbucks.com]

    Starbucks.[starbucks.com]

    TEMPO.CO, JakartaStarbucks yang merupakan salah satu perusahaan kopi terbesar di dunia, mengumumkan pada Senin, 9 Juli 2018, tidak akan memakai sedotan plastik untuk semua gerai pada 2020. Ini dilakukan Starbucks sebagai upaya mengurangi limbah plastik terhadap lingkungan.

    "Kepada mitra dan pelanggan kami, ini sangat penting agar mencapai aspirasi global dari kopi yang kami sajikan kepada pelanggan," kata Kevin Johnson, Presiden dan CEO Starbucks.

    Baca: Starbucks Pecat Pegawai yang Hina Konsumen

    Dilansir oleh Sputniknews, perusahaan yang bertempat di Seattle ini akan membuat tutup gelas yang dirancang tanpa menggunakan sedotan atau hanya mendistribusikan sedotan yang terbuat dari bahan yang mudah terurai seperti kertas.

    Tutup baru tersebut telah tersedia di 8.000 lebih gerai Starbucks di Amerika Serikat dan Kanada untuk minuman tertentu. Seattle dan Vancouver akan menjadi kota yang pertama memakai tutup kopi baru dengan semua varian minuman yang akan digunakan pada musim gugur tahun ini.

    Tutup gelas baru Starbucks.[www.wibc.com]

    Peluncuran menyeluruh untuk tutup terbaru akan dimulai pada 2019 di beberapa negara tertentu seperti Prancis, Belanda dan Inggris.

    "Keputusan Stabucks untuk menghentikan sedotan plastik sekali pakai sebagai contoh cemerlang dari peran penting perusahaan agar tidak menimbun sampah plastik di laut," kata Nicholas Mallos, direktur program Ocean Conservacy’s Trash Free Seas Program.

    Tutup gelas baru Starbucks.[starbucks.com]

    Meskipun pencemaran plastik telah lama menjadi target pembersihan kelompok lingkungan, masalah ini mendapat dukungan luas pada 2015 setelah video viral menunjukkan penyelamat mengeluarkan sedotan plastik dari hidung kura-kura.

    Baca: Starbucks Tutup 8.000 Gerai di AS untuk Program Anti-Rasisme

    "Dengan delapan juta metrik ton plastik yang masuk ke laut setiap tahun, kami berterima kasih atas kepemimpinan Starbucks dalam hal ini," kata Nicholas Mallos. Keputusan Starbucks ini diumumkan seminggu setelah kota Seattle menerapkan larangan menggunakan sedotan plastik.

    Dilansir Taiwan Times, para peneliti Taiwan telah mematenkan desain untuk sedotan yang terbuat dari tebu sebagai altrenatif terhadap larangan memakai sedotan plastik pada 2019.

     
    SPUTNIKNEWS | THE SEATTLE TIMES | MUH. BASKHORO W.D.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Zainul Majdi Memihak Prabowo di Pilpres 2014, Kini Memilih Jokowi

    Tuan Guru Bajang Zainul Majdi memberi dukungan pada Jokowi untuk Pemilihan Presiden 2019. Padahal ia dan dua tokoh ini sebelumnya mendukung Prabowo.