Selasa, 25 September 2018

Begini Kondisi 12 Siswa Thailand setelah Selamat dari Gua

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota Angkatan Laut Thailand bersama dengan 12 anak dan pelatihnya yang ditemukan saat terperangkap dalam gua di Mae Sai, Thailand, 3 Juli 2018. Dua belas anak ini bersama dengan pelatihnya tetap tinggal di dalam gua karena hujan lebat akan menyulitkan evakuasi ke-13 orang ini. (Thai Navy Seal via AP)

    Seorang anggota Angkatan Laut Thailand bersama dengan 12 anak dan pelatihnya yang ditemukan saat terperangkap dalam gua di Mae Sai, Thailand, 3 Juli 2018. Dua belas anak ini bersama dengan pelatihnya tetap tinggal di dalam gua karena hujan lebat akan menyulitkan evakuasi ke-13 orang ini. (Thai Navy Seal via AP)

    TEMPO.CO, Bangkok- Para siswa Thailand yang berhasil selamat setelah terperangkap belasan hari di gua kini dilaporkan mengalami penurunan berat badan dan menderita gangguan kesehatan.

    Seperti dilansir Channel News Asia pada 11 Juli 2018, sebagian besar dari total 13 orang itu mengalami penurunan berat badan hingga 2 kilogram.

    Baca: 

    Begini Pilihan Evakuasi Remaja Thailand Yang Terjebak di Gua

    Misi Sukses, 13 Korban Tim Sepak Bola Thailand Keluar dari Gua

    Selain itu beberapa lainya juga mengalami gejala pneumonia. Mereka dirawat di Rumah Sakit Chiang Rai Prachanukroh.

    Pneumonia adalah infeksi di paru-paru baik oleh bakteri, virus atau jamur. Ini menyebabkan pembengkakan di ruang udara kecil di paru-paru 'alveoli' yang menjadi dipenuhi lendir atau nanah.

    Sejumlah anggota tim penyelamat berjalan menggotong sebuah mesin setelah berhasil mengeluarkan 12 anggota tim sepak bola dengan seorang pelatihnya dari dalam Gua Tham Luang, di Chiang Rai, Thailand, 10 Juli 2018. Tim sepak bola Wild Boars terperangkap di dalam gua pada 23 Juni saat berkunjung ke Gua Tham Luang setelah latihan sepak bola dan hujan turun membanjiri terowongan gua tersebut. REUTERS/Soe Zeya Tun

    Seorang sumber mengatakan hampir semua 13 orang yang diselamatkan memiliki jumlah sel darah putih yang tinggi, yang menunjukkan mereka mengalami infeksi.

    Baca: 

    Misi Penyelamatan Thailand Sukses, Ini Kata Trump, Mou dan FIFA

    Penyelam Rekam Upaya Penyelamatan Anak Terjebak di Gua Thailand

    Namun, Pejabat Senior Kementerian Kesehatan Thailand, Thongchai Lertwilairattanapong, mengatakan mereka tidak menunjukkan tanda-tanda stres.

    "Secara keseluruhan, mereka menunjukkan tingkat kesehatan yang baik bahkan setelah terjebak selama 17 hari," katanya.

    Setelah terjebak di dalam gua yang dipenuhi air selama 17 hari, 12 remaja dan seorang pelatih sepak bola berhasil dievakuasi pada Selasa, 10 Juli 2018.

    Sejumlah anggota tim penyelamat berjalan menggotong sebuah mesin setelah berhasil mengeluarkan 12 anggota tim sepak bola dengan seorang pelatihnya dari dalam Gua Tham Luang, di Chiang Rai, Thailand, 10 Juli 2018. Setelah dua minggu terperangkap di dalam gua, empat orang anak dikeluarkan tim penyelam dengan cara badan anak-anak tersebut ditambatkan pada tim penyelam. REUTERS/Soe Zeya Tun

    Tim sepak bola "Wild Boars", yang berusia antara 11 dan 16 tahun, beserta pelatih mereka yang berusia 25 tahun terperangkap pada 23 Juni saat menyusuri gua di provinsi utara Chiang Rai, Thailand, ketika hujan turun dan membanjiri gua.

    Seperti diberitakan Reuters, para penyelam Inggris menemukan 13 korban dalam kondisi lapar dan berkerumun dalam kegelapan di kamar gua yang berlumpur. Tinggi banjir menggenangi lorong gua hingga beberapa kilometer di dalam kompleks gua Tham Luang, pada Senin pekan lalu.

    Setelah merencanakan operasi penyelamatan selama berhari-hari bagaimana mengeluarkan korban yang terjebak, misi penyelamatan digelar pada Minggu 8 Juli, ketika empat dari anak laki-laki pertama berhasil dibawa keluar.

    Empat lainnya diselamatkan pada Senin 9 Juli dan empat anak laki-laki terakhir beserta pelatih dibawa keluar pada Selasa 10 Juli. Keberhasilan ini diwarnai kesedihan setelah penyelam angkatan laut Thailand tewas pada Jumat 6 Juli saat operasi penyelamatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Haringga Sirla, Korban Ketujuh Ricuh Suporter Persib dan Pesija

    Haringga Sirla menjadi korban ketujuh dari perseteruan suporter Persib versus Persija sepanjang 2012 sampai 2018.