Senin, 23 Juli 2018

Lepas Jilbab, Perempuan Iran Divonis 20 Tahun Penjara

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Shaparak Shajarizadeh.[iranhumanrights.org]

    Shaparak Shajarizadeh.[iranhumanrights.org]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang perempuan Iran yang melepaskan jilbabnya saat protes menentang kewajiban mengenakan jilbab di Teheran pada Desember lalu dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. Dia dijatuhi hukuman dua tahun penjara dan hukuman 18 tahun penjara yang ditangguhkan.

    Dilansir dari Associated Press, 11 Juli 2018, Shapark Shajarizadeh, mengunggah sebuah video pernyataan di situs pribadinya bahwa dia telah dipenjara karena menentang aturan wajib mengenakan jilbab dan melambaikan bendera perdamaian putih di jalan. Tidak ada komentar langsung dari pejabat Iran.

    Baca: Jerman dan Cina Sepakat Soal Nuklir Iran, Menolak Sikap AS

    Penangkapan dilakukan sehari setelah video yang menunjukkan Shaparak Shajarizadeh berdiri di sebuah rambu lalu lintas di ibukota Iran, Tehran, dan melambaikan jilbabnya dengan tongkat.[dailymail.co.uk]

    Polisi Iran menangkap 29 orang pada Februari karena mencopot jilbab mereka sebagai bagian dari kampanye yang dikenal sebagai "Rabu Putih". Nasrin Sotoudeh, pengacara hak asasi manusia terkemuka yang mewakili Shajarizadeh dan perempuan lainnya, juga ditangkap bulan lalu.

    Shajarizadeh, 42 tahun, dibebaskan dengan jaminan pada akhir April. Namun keberadaannya saat ini tidak diketahui.

    Shaparak Shajarizadeh.[dailymail.co.uk]

    Sementara Radio Free Europe-Radio Liberty, rferl.org, melaporkan Shajarizadeh mengatakan dia telah meninggalkan Iran seperti yang diutarakan dalam video yang diunggah pada 9 Juli.

    "Karena ketidakadilan dalam sistem peradilan Iran, saya harus meninggalkan negara itu," kata Shajarizadeh.

    Terkait penangkapan Shajarizadeh dan aktivis perempuan lain, polisi mengklaim para perempuan itu telah "ditipu" untuk melepas cadar mereka dengan kampanye propaganda yang dilakukan oleh orang Iran yang tinggal di luar negeri.

    Shaparak Shajarizadeh.[dailymail.co.uk]

    Di Iran, perempuan yang menunjukkan rambut mereka di depan umum bisa didenda mulai US$ 25 atau Rp 359 ribu hingga kurungan penjara. Perempuan hanya diperbolehkan untuk menunjukkan wajah, tangan dan kaki mereka di depan umum dan seharusnya hanya mengenakan warna sederhana. Peraturan di Iran juga melarang perempuan menyentuh, menari atau bernyanyi dengan laki-laki di luar keluarga mereka.

    Baca: Jenderal Iran: Garda Revolusi Iran Siap Hancurkan Israel

    Akan tetapi, selama bertahun-tahun, para perempuan Iran telah berupaya mendobrak batas-batas hukum dengan banyak yang mengenakan jilbab longgar berwarna cerah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Zainul Majdi Memihak Prabowo di Pilpres 2014, Kini Memilih Jokowi

    Tuan Guru Bajang Zainul Majdi memberi dukungan pada Jokowi untuk Pemilihan Presiden 2019. Padahal ia dan dua tokoh ini sebelumnya mendukung Prabowo.