Selasa, 25 September 2018

Jelang Pertemuan Puncak Nato, Trump Lontarkan Kritik Keras

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemimpin negara G7 seperti Kanselir Jerman, Angela Merkel, dan Presiden AS, Donald Trump, terlihat berkumpul di sela-sela KTT yang digelar di Quebec, Canada, pada 9 Juni 2018. Jesco Denzel-EPA-EFE/Shutterstock

    Sejumlah pemimpin negara G7 seperti Kanselir Jerman, Angela Merkel, dan Presiden AS, Donald Trump, terlihat berkumpul di sela-sela KTT yang digelar di Quebec, Canada, pada 9 Juni 2018. Jesco Denzel-EPA-EFE/Shutterstock

    TEMPO.CO, Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengecam negara-negara Uni Eropa karena tidak membayar dana aliansi pertahanan yang memadai meskipun telah menikmati surplus perdagangan dengan AS selama ini.

    Pernyataan Trump ini membuat suasana kedua pihak terus menghangat menjelang digelarnya pertemuan puncak NATO pada pertengahan pekan ini. Ini pertemuan puncak kedua Nato yang diikuti Trump setelah sebelumnya pada 2017. 

    Baca: 

    Jelang KTT Donald Trump - Vladimir Putin, NATO di Ambang Krisis

    Jelang KTT, NATO Khawatir Donald Trump 'Lebih Ramah' ke Putin

    “AS mengeluarkan biaya jauh lebih banyak dibandingkan negara-negara lain. Ini tidak adil dan tidak bisa diterima. Negara-negara ini telah meningkatkan iurannya sejak saya menjabat Presiden tapi mereka harus membayar lebih banyak lagi,” kata Trump lewat cuitan di akun @realdonaldtrump pada Senin, 9 Juli 2018 waktu setempat.

    Nato bakal menggelar pertemuan puncak pada Rabu dan Kamis pekan ini di Brussel, Belgia, yang juga merupakan ibu kota Uni Eropa.

    Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg (kiri), berbicara dengan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez di Istana Moncloa di Madrid, Spanyol, Selasa, 3 Juli 2018. Stoltenberg mengunjungi negara sekutu sebelum KTT NATO di Brussels, Belgia.[AP Photo / Paul White]

    Trump juga menyebut UE mendapatkan surplus perdagangan dari AS selama ini. Terkait ini, Trump telah menaikkan tarif impor baja dan aluminium dari UE dengan tarif masing-masing 25 persen dan 10 persen.

    Baca: 

    Balas Kritik Trump, Jerman Anggarkan Belanja Militer Rp 67 T

    Negara NATO Balas Surat Kritikan dari Donald Trump

    Dia mengancam akan mengenakan kenaikan tarif impor lanjutan sebesar 20 persen untuk impor produk mobil mewah dari Eropa. Ini membuat Eropa dan sejumlah negara lain yang juga terkena kenaikan tarif ini seperti Kanada membalas dengna ikut menaikkan tarif impor.

    Sejak maju sebagai kandidat Presiden dari Partai Republik pada 2016, Trump telah berulang kali mengkritik Nato soal pembagian beban iuran rutin, yang menurutnya memberatkan keuangan AS.

    Menurut Reuters, saat ini Washington menanggung sekitar 70 persen dana operasional Nato. Anggota Nato telah setuju menaikkan bujet pertahanan menjadi 2 persen dari produk domestik bruto hingga 2024. Tapi Jerman dan Spanyol merupakan negara-negara yang diperkirakan tidak bakal memenuhi target ini.

    “Jerman masih 1 persen. AS sudah 4 persen. Nato jauh lebih menguntungkan Eropa dibandingkan AS,” kata Trump dalam cuitannya. Menurut media Politico, Sekretaris Jenderal Nato, Jens Stoltenberg, mengatakan ada delapan negara anggota Nato yang bakal memenuhi batasan minimum 2 persen PDB untuk bujet pertahanan dari sebelumnya hanya tiga negara.

    Pada pertemuan puncak pertama Nato yang diikuti Trump pada 2017, dia juga mengkritik soal kecilnya iuran rutin yang dibayar EU untuk dana operasional Nato.

    Salinan surat yang dikirim ke Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg oleh Presiden AS Donald Trump yang menuntut peningkatan belanja NATO oleh Norwegia. Salinan surat difoto di Washington, Selasa, 3 Juli 2018. Surat itu diberikan kepada Associated Press oleh Pertahanan Norwegia Kementerian. [Foto AP/J. David Ake]

    Trump meminta Nato aktif melawan kelompok teroris ISIS dan mencegah terjadinya imigran ilegal, yang banyak datang dari negara-negara Timur Tengah seperti Suriah, dan Irak serta Afrika.

    “Saya akan mengatakan kepada Nato, kalian harus mulai membayar tagihan-tagihan. AS tidak akan mengurus semuanya,” kata Trump dalam sebuah pertemuan massal pada pekan lalu di AS. “Mereka sangat merugikan kita dalam perdagangan.”

    Nato dibentuk sebagai organisasi untuk menghadapi ancaman Uni Sovyet pada 1949. AS menjadi bagian untuk membantu keamanan UE menggunakan sistem persenjataan nuklir dan konvensional, yang dimilikinya.

    Peran Nato kembali muncul setelah terjadinya aneksasi Crimea oleh Rusia pada 2014. Ini terlihat dengan sejumlah pengiriman pasukan ke kawasan Baltik dan Polandia untuk mencegah terjadinya serangan lanjutan Rusia.

    Uniknya, Trump bakal melanjutkan pertemuan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, seusai pertemuan Nato, yang didului pertemuan puncak dengan Inggris.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Haringga Sirla, Korban Ketujuh Ricuh Suporter Persib dan Pesija

    Haringga Sirla menjadi korban ketujuh dari perseteruan suporter Persib versus Persija sepanjang 2012 sampai 2018.