Senin, 17 Desember 2018

Jenderal Iran: Garda Revolusi Iran Siap Hancurkan Israel

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Komandan Pasukan Garda Revolusi Iran, Jenderal Hossein Salami.[IRNA]

    Wakil Komandan Pasukan Garda Revolusi Iran, Jenderal Hossein Salami.[IRNA]

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Komandan Korps Garda Revolusi Iran, Jenderal Hossein Salami, menyebut pasukannya siap menghancurkan pasukan Israel di dekat Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

    "Hari ini, sebuah pasukan Islam dunia telah dibentuk di Suriah, dan suara-suara kaum Muslim terdengar dekat Golan," kata Salami, seperti dilaporkan dari Sputniknews, 9 Juli 2018.

    Baca: Ini Permintaan PM Israel ke Rusia Terkait Perang Suriah

    "Perintah sudah menunggu, dan pemberantasan rezim jahat (Israel) akan datang dan keberlangsungan rezim ini akan berakhir selamanya. Keberlangsungan rezim Zionis tidak akan sebahaya seperti sekarang," tambah Salami.

    Menurut Salami, Israel merupakan ancaman bagi seluruh dunia. Perwira Garda Revolusi Iran ini juga memperingatkan bahwa milisi Hizbullah Lebanon, yang berpartisipasi dalam perang di Suriah melawan milisi ISIS, memiliki sekitar 100.000 rudal yang ditujukan ke Israel.

    "Hizbullah saat ini memiliki kekuatan luar biasa di darat yang dapat mematahkan rezim Zionis. Rezim Zionis tidak memiliki ketajaman strategi," tutur Salami.

    Baca: Rusia akan Evakuasi 1000 Warga Suriah dari Zona De-eskalasi

    Pada Minggu malam, pertahanan udara Suriah menggagalkan serangan rudal di pangkalan udara T4 di provinsi Homs yang diluncurkan dari selatan koalisi AS yang dikendalikan di wilayah Tanf di Suriah selatan. Sebuah sumber di militer Suriah mengatakan kepada media bahwa serangan itu dilakukan oleh Israel, meskipun IDF belum mengomentari klaim tersebut.

    Tentara Garda Revolusi Iran.[Sputniknews]

    Sementara Iran menyatakan akan terus menjaga keberadaan militernya di Suriah setelah ISIS dihancurkan.

    "Rezim Zionis (Israel) sedang mencoba untuk mendominasi Suriah setelah (jatuhnya) kelompok teroris Daesh (ISIS), tetapi pasukan Perlawanan dan penasihat militer Republik Islam Iran akan terus berada di Suriah untuk melawan terorisme," ujar penasihat Senior untuk urusan luar negeri, Hossein Amir Abdollahian, seperti dilansir dari Anadolu.

    "Suriah tidak akan membiarkan negaranya menjadi tempat yang aman bagi teroris Zionis," lanjut Abdollahian.

    Dalam beberapa bulan terakhir, Israel telah melakukan beberapa serangan udara terhadap posisi Iran di Suriah yang dilaporkan menyebabkan sejumlah personel militer Iran tewas.

    Baca: Assad Semakin Kuat, Jet Israel Serang Pangkalan Udara T4 Suriah

    Iran dan Hizbullah adalah sekutu kuat rezim Bashar al-Assad Suriah, pasukan yang telah memerangi kelompok oposisi dalam perang sipil sejak 2011.

    Pemberontak Suriah selatan setuju untuk menyerahkan senjata dalam kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Rusia pada Jumat 6 Juli lalu, dengan menyerahkan provinsi Daraa kepada pasukan pemerintah. Penyerahan ini memperkuat dominasi Presiden Bashar al-Assad di Suriah, yang merupakan sekutu dekat Iran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".